Nasib Pasar Sagumpal Bonang Semakin Kabur

SEJAK berakhirnya kontrak kerja sama Pemko Padangsidimpuan dengan PT Anugrah Tetap Cemerlang (ATC) selaku pihak ketiga yang mengelola Pasar Sangkumpal Bonang PADA 13 Januari 2010 lalu, sejak itu pula gelombang unjukrasa mahasiswa dan elemen masyarakat ke kantor walikota dan DPRD Kota Padangsidimpuan marak terjadi.

Komponen masyarakat dari berbagai elemen itu meminta pihak eksekutif dan legislatif memutus kontrak dengan pihak ketiga, dan menyerahkan pengelolaan Pasar Sangkumpal bonang kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Lima bulan sudah persoalan itu terjadi, sampai sekarang tidak ada titik terang penyelesaian. Pihak eksekutif dan legislatif kelihatannya saling lempar batu sembunyi tangan dengan berbagai alasan. Sehingga tuntutan masyarakat terhadap Pasar Sangkumpal Bonang makin kabur atau sengaja dikaburkan, yang jelas arah penyelesaian masalah itu makin buram seiring waktu.

Diduga, untuk menjaga imej lembaga legislatif di mata masyarakat, bulan lalu DPRD Kota Padangsidimpuan secara resmi membentuk panitia khusus (Pansus) Pasar Sangkumpal Bonang dengan ketua Khoiruddin Nasution dari Fraksi Demokrat.

Namun, lagi-lagi program kerja pansus itu terbentur dana yang diajukan sebesar Rp 200 juta, tidak bisa disanggupi pihak eksekutif dengan berbagai alasan. Akibatnya, kinerja pansus pun kembali stagnan akibat paksaan situasi.

Satu sisi, pihak eksekutif kelihatannya takut dengan terbentuknya pansus. Di sisi lain, masyarakat Padangsidimpuan makin bingung dengan kinerja para anggota dewan, bahkan ada yang menilai situasi itu sebelumnya sudah dikondisikan untuk mencapai kesepakatan bersama antara eksekutif, legislatif, dan pihak ketiga (pengelola).

Baca Juga :  Pilkada Tapsel terancam batal

Sementara PT ATC yang sudah bisa dikategorikan melakukan pengelola illegal karena masa kontraknya telah habis, sampai saat ini masih terus berperan aktif dalam pengelolaan pasar Sangkumpal Bonang, baik dari segi adminisstrasi maupun manajemen.

Hal itu makin menambah bingung masyarakat Padangsidimpuan, karena persoalan Pasar Sangkumpal Bonang sepertinya ibarat main petak umpat.

Dengan begitu, peran atau komitmen serius Walikota Padangsidimpuan Drs H Zulkarnain Nasution MM, dan Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan H Azwar Syamsi SE, dalam penuntasan masalah Pasar Sangkumpal Bonang yang merupakan aspirasai rakyat, wajar dan pantas dipertanyakan. Sarmin Harahap

Sumber: http://www.waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2042:nasib-pasar-sangkumpal-bonang-semakin-kabur&catid=52:sumut&Itemid=207

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. BECA SIDIMPUAN APA SEMUA SUDAH BAYAR PAJAK KENDERAAN ARAU MASIH ADA YG BEBAS PAJAK IDEALNYA KITA LIHAT JUMLAH BECAK YG ADA SUDAH CUKUP BESAR PAD dari pajaklnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*