Naskah Ujian Tertukar, SMK Di Empat Kabupaten/Kota Di Sumut Batal Ikut UN

MEDAN – Sampai hari kedua kemarin Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di empat kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut), batal menggelar Ujian Nasional (UN). Akibat kesalahan penyusunan naskah Ujian Nasional (UN) diduga dari percetakan PT Karya Kita, Bandung, Jawa Barat.

Permasalahannya, sampul naskah sesuai, namun naskahnya berbeda,”Ada lima kelas SMK yang batal mengikuti UN kedua di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Lima sekolah di Padang Sidempuan, Batu Bara dan Kota Medan,kata Kepala Badan Pengembangan SDM dan Penjamin Mutu Pendidikan Kemendikbud Syawal Gultom di Medan.

Lanjut mantan Rektor Unimed itu, mata pelajaran Matematika di SMK yakni ada Matematika Teknologi dan Matematika Bisnis. “Tertukar antara naskah UN Matematika Bisnis dengan Matematika Teknologi. Tertukarnya naskah itu pada jenjang yang sama. Hasil keputusan kami, UN mata pelajaran Matematika khusus kejuruan mengikuti UN susulan yang dilaksanakan pada 22-24 April 2014 mendatang,” ungkapnya tanpa menjelaskan nama SMK yang batal menggelar UN hari kedua.

Dikatakan, ini merupakan kelalaian tim dari percetakan. Sebab, naskah UN yang diterima Panitia UN 2014 tidak akan berani membuka kardus berisi naskah UN tersebut. Untuk peristiwa ini, sebutnya, pihaknya pasti melakukan teguran terhadap perusahaan percetakan yang memenangkan tender pencetakan naskah UN 2014.

“Pastilah dilakukan teguran dan memberikan sanksi kepada perusahaan percetakan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, Panitia UN 2014 di Sumut sudah sangat maksimal melaksanakan tugas dan fungsinya di lapangan. “Hari pertama UN di Medan terjadi kekurangan soal. Namun bisa diantisipasi, karena sedikit. Soal difotokopi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Medan Bakal Punya Bandara Terbesar di Asia Tenggara

Koordinator Pengawas UN 2014 Khairil Anshari menambahkan, SMK yang batal mengikuti UN hari kedua yakni lima sekolah di Paluta, Padang Sidempuan ada lima SMK yang tidak sesuai naskah UN. Begitu juga terjadi di Kabupaten Batu Bara dan Kota Medan ada lima SMK yang tidak melaksanakan UN karena soal ujian tidak sesuai.

“Saya belum mendapatkan nama-nama sekolahnya. Hanya dilaporkan jumlahnya saja,” kilahnya.

Permasalahan tidak sesuainya isi naskah UN di empat kabupaten kota tersebut sudah dilaporkan kepada pelaksana yakni Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. “Dengan demikian, pelaksana akan melaporkan suasana pelaksanaan UN 2014 di Sumut ke Balitbang. Dengan laporan yang diterima Balitbang, percetakan PT Karya Kita akan ditegur. Karena meraka pemenang tender pencetakan naskah UN,” jelasnya.

Ketua Panitia UN Sumut 2014 Henri Siregar yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan pihaknya akan mengecek terkait di empat kabupaten/kota batal melaksanakan UN hari kedua. “Nanti kita cek,” ujarnya melalui telepon.

Waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*