Nazaruddin Belum Dipecat – Partai Demokrat Bohong

Polisi Nasional Kolumbia mengawal M Nazaruddin di Bogota, Senin (9/8) waktu setempat atau Selasa (10/8/2011) WIB.

KOMPAS.com — Partai Demokrat ternyata belum mengusulkan pemberhentian Muhammad Nazaruddin dari keanggotaannya di Dewan Perwakilan Rakyat. Ini berarti, Nazaruddin masih tetap mendapat gaji sebagai anggota DPR.

“Partai Demokrat telah berbohong dengan menyatakan, Nazaruddin sudah dipecat dari DPR,” kata aktivis prodemokrasi Fadjroel Rachman, di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Rabu (10/8/2011).

Rabu ini, Fadjroel ke DPR untuk mencari surat pengusulan pemberhentian Nazaruddin dari DPR. Langkah ini dilakukan karena Partai Demokrat telah menyatakan memecat Nazaruddin dari keanggotaan partai itu sejak 25 juli 2011. Pemecatan ini otomatis juga membuat Partai Demokrat meminta pemberhentian Nazaruddin dari DPR.

Proses pemberhentian Nazaruddin dari DPR, dimulai jika Partai Demokrat mengirimkan surat permohonan pemberhentian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu ke Pimpinan DPR. Dengan surat itu, DPR lalu mengirimkan usulan pemberhentian Nazaruddin ke KPU dan Presiden.

Namun, Sekretariat Jenderal DPR menyatakan, belum menerima surat permohonan dari Partai Demokrat untuk memberhentian Nazaruddin dari DPR. Sehingga, pemberhentiannya belum dapat diproses.

Yang dimiliki Setjen DPR saat ini, lanjut Fadjroel, adalah surat pengunduran diri Nazaruddin dari DPR. Surat tertanggal 20 Juli dan ditandatangani Nazaruddin ini diperoleh Setjen DPR dari Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Namun, surat itu tidak dapat diproses karena tidak bermeterai.

Kondisi ini membuat Fadjroel mempertanyakan keseriusan Partai Demokrat memecat Nazaruddin. “Aku sudah minta surat pemecatan Nazaruddin dari Partai Demokrat, kepada (Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat) Ramadhan Pohan. Namun kata Ramadhan, surat pemecatan itu rahasia parpol,” tutur Fadjroel.

Baca Juga :  Akhir dari Tim Fiat Yamaha di MotoGP

“Ini berarti, sampai sekarang Nazaruddin tetap digaji sebagai anggota DPR. Gaji Nazaruddin ini, dari pajak yang kita bayar,” tambah Fadjroel.

kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*