Nazaruddin Kembali Mengirim BBM ke Tempo

TEMPO Interaktif, Jakarta – Seperti kemarin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali mengirimkan pesan pendek melalui BlackBerry Messenger (BBM), Jum’at, 17 Juni 2011.

Kemarin, Kamis 16 Juni 2011, dalam pesan pendeknya, Nazaruddin menyebutkan tiga politikus terlibat dalam anggaran di Sesmenpora. Antara lain, Angelina Sondakh, I Wayan Koster, dan Mirwan Amir. Kali ini, dia mengaku mengantongi rekaman yang berisi pengakuan Angelina Sondakh dalam rapat Tim Pencari Fakta (TPF) Partai Demokrat, ketika nama Nazaruddin ramai dibicarakan.

Inilah salinan pesan pendek yang dikirimkan Nazaruddin ke Tempo, dalam teks seperti aslinya:

Tempo: Pak Naz, bagaimana penjelasan bapak kemarin itu dibantah semua?

Nazaruddin: Bilang sama pak jafar, pak sutan, pak ruhut. saya punya bukti pertemuan itu, tanpa mereka sadari pertemuan itu saya rekam, kalau mereka bilang tidak ada, nanti rekaman yg akan bilang mereka bohong.

Tempo: Itu pertemuan kapan, Pak?

Nazaruddin: Kejar pak jafar ketua fraksi jangan bohong dia, gawat nanti, manggkin banyak yg akan saya bukak, bilang sama pak jafar kalau anda telpon itu kata pak nazar, bilang Itu pertemuan bsk setelah saya freskomren bertiga sama pak ruhut dan beni.

Tempo: KPK anggap keterangan bapak ini penting?

Nazaruddin: Bsknya kita ketemu di ruangan ketua fraksi. ketua fraksi, jafar apsa, max sopacua, ruhut, beni kharman, edi sitanggang, mahyudin, mirwan amir, nazaruddin, anggelina, di situ anggelina ceritakan semua sama tim TPF. Ini bukan bohong tapi fakta kebenaran, pertemuan, jam. 2. Dan lengkapnya semua hadir jam. 4. Sampai jam 6.

Baca Juga :  Nazaruddin: Keuntungan Proyek PLTS untuk Beli Alphard Anas

Tempo: Benarkah saat rapat itu semua alat komunikasi tidak diperbolehkan aktif?

Nazaruddin: Ia ,tapi saya rekam diam-2.l iat aja nanti rekaman akan sy perdengarkan di televisi dan akan saya serakan KPK begitu saya sempu dan pulang ke indonesia.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*