Nelayan Sibolga dan Tapteng Demo – dua Peraturan Men­­teri (Permen) Perikanan dan Kelautan

(Analisa/Yudi Arisandi Nasution) TANDA TANGAN DUKUNGAN : Plt Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung membubuhkan tanda tangan di spanduk menandakan dukungan menolak Permen 02/2015 dan Permen 57/2014 dalam aksi unjuk rasa seribuan nelayan Sibolga dan Tapteng di Sibolga, kemarin. Permen itu dinilai dapat melumpuhkan roda ekonomi kedua daerah.

Sibolga, Walikota Sibolga dan Plt Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah turut menanda tangani penolakan dua Peraturan Men­­teri (Permen) Perikanan dan Kelautan (KP) No. 57/2014 tentang transhipment (bongkar muat ikan di tengah laut) dan Permen KP No. 02/2015 tentang pelarangan peng­gunaan alat tangkap ikan seperti pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara RI.

Penandatanganan penolakan dilakukan di sebentang spanduk kain panjang saat aksi unjuk rasa ribuan nelayan maupun pekerja perusahaan perikanan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng dipusatkan di Kota Sibolga, kemarin. Hal itu dilakukan kedua kepala daerah itu atas per­mintaan nelayan.

Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada nelayan atas aksi demo da­mai yang dilakukan di Kota Sibolga. Ia mengungkapkan, pihaknya bersama Plt Bupati, pimpinan DPRD Sibolga dan Tapteng, Kapolres Sibolga dan Tapteng, Ke­pala PPN Sibolga, Kepala Dinas (Kadis) DKP Sibolga dan Tapteng sebelumnya, telah mencermat dan mengikuti per­nyataan bersama seluruh nelayan Sibolga dan Tapteng, baik yang disampaikan nelayan besar atau ne­layan kecil maupun paralong-along atas ke­putusan Menteri KP dalam bentuk Permen itu.

“Hasil rapat, Permen KP setuju akan ditindak lanjuti ke pemerintah pusat untuk dicabut/ditolak. Namun sebe­lumnya, saya akan membentuk tim untuk menampung aspirasi ini ke peme­rintah pusat,” katanya.

Baca Juga :  Tommy, Alamsyah ke Semifinal

Tim tersebut telah berhasil dibentuk usai aksi nelayan dengan pimpinan koordinator dua Kadis DKP Sibolga dan Tapteng dibantu pihak Ortala yang juga berasal dari instansi kedua daerah, pihak Kepolisian dari Satpol Airud, TNI AL dengan supervisi PPN Sibolga. Tim ini bertugas untuk menganalisa, merumuskan dan menyusun hal-hal yang akan disampaikan ke pemerintah pusat terhadap kedua Permen tersebut.

“Hasil rumusan tim ini nantinya akan disampaikan ke pihak-pihak terkait seperti Kementerrian KP, Komisi IV DPR RI dan lainnya. Bahkan juga akan kita bawa ke peme­rintah pusat, yang kebetulan pada awal Februari 2015 men­datang, akan ada dialog antara Walikota se Indonesia dengan Presiden di Istana Negara. Dan ini menjadi salah satu dialog yang akan disampaikan,” kata walikota.

Plt Bupati Tapteng Sukran J Tanjung menyampaikan apre­siasi atas per­nyataan Walikota Sibolga tadi. Ia juga berharap supaya dapat menyampaikan permasalahan nelayan Sibolga dan Tapteng tersebut pada pertemuan de­ngan Presiden nantinya.

Secara pribadi, kata Sukran, tidak sempat menyampaikannya pada pertemuan Presiden sebe­lumnya dengan para Bupati se Indonesia, karena disaat perte­muan, dirinya belum melihat permasalah­an di tengah-tengah nelayan dari pemberlakuan kedua Perrmen tersebut.

“Saya baru tahu ada perma­salahan nelayan ini ketika saya sudah pulang dan tiba di Tapteng, ketika pertemuan antara Presiden dengan Bupati se Indonesia persoalan ini belum mencuat,” katanya.

Tuntutan

Begitupun, adanya tuntutan nelayan Sibolga dan Tapteng terhadap kedua Permen tersebut, pihak kepolisian melalui Pol Airud selaku penegak hukum di laut untuk sementara bersikap menunggu informasi lanjut dari pemerintah pusat atas tuntutan nelayan untuk pengambilan tindakan penegakan peraturan di laut terhadap kedua Permen.

Baca Juga :  Usut pembangunan Jalan Ki Khajar Dewantara

Kedua Permen sesuatu yang baru, sehingga masih harus ditelaah kembali karena mung­kin masih ada celah atau masih ada yang belum terserap sesuai keingin­an-keinginan masyarakkat nelayan. Se­hing­ga mungkin masih ada mana pasal yang akan direvisi atau pasal yang memang akhirnya ditolak semu­anya.

“Apalagi sebagaimana diketa­hui juga, suasana kebatinan atas lahirnya sebuah peraturan menteri dan pemberlakuan dari peraturan, tentu ada yang dirugikan dan tidak. Oleh karena itu, mari sama-sama meng­hormati dulu, bagi yang diuntungkan jangan sampai meluapkan kebanggaan berlebih, dan bagi yang tidak mengun­tungkan jangan sampai bertindak anarkis. Tetap semua pada koridor dan pola dialog. Karena apapun masalahnya, tetap mengutamakan pola dialog. Dialog yidak selesai di tingkat daerah, masih ada tingkat Propinsi dan pusat,” tandasnya. (yan)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. pro dan kontra itu hal biasa,tapi solusinya kita sebagai insan tuhan harus kembali kepada nilai-nilai ketuhanan,intinya tuhan menciptakan kekayaan laut sibolga-tapteng bukan untuk dirusak dan dikuras secara membabi buta tapi kita harus menjaga dan melestarikannya demi keberlangsungan rantai kehidupan,intinya kita harus kembali ketuhan dengan cara hidup seimbang dengan alam “jika kita mencintai alam sebagai ciptaan Tuhan maka alam akan bersinergi dengan kita dan akan memberikan hasil yang melimpah ruah” intinya saya sebagai anak pesisir sibolga menolak keberadaan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan sibolga.sebagai perusak.jika ini berlanjut saya yakin dan percaya generasi yang akan datang ! negeri sibolga yang indah akan biota lautnya dan berbudi pekerti yang luhur masyarakatnya hanya tinggal cerita dan dongengan pengantar tidur bagi mereka di masa yang akan datang di sebabkan pihak-pihak yang tidak ingin selaras dengan alam.yakinlah jika kita melawan alam suatu saat alam akan berbalik memberikan reaksi yang dahsyat kepada kita.LAUT BUKAN WARISAN NENEK MONYANG KITA,YANG SEMENA-MENA KITA MERUSAK DAN MENGURASNYA TAPI LAUT DAN KEINDAHANNYA ADALAH TITIPAN ANAK CUCU KITA YANG HARUS KITA RAWAT DAN KITA JAGA KELESTARIANNYA.

    dari anak pesisir sibolga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*