Nilai CPNS Pemko Siantar Tak Ada di Website UI

Nilai pengumuman CPNS Pemko Siantar tahun 2010 yang diumumkan Rabu (22/12) lalu, tidak ditemukan di website www.ui.ac.id milik Universitas Indonesia (UI). Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Kabag Humas Pemko, Drs Daniel Siregar yang menyebutkan nilai para pelamar ini ada di website UI.

Hasil penelusuran di internet, baik di website UI maupun dengan mesin pencari www.google.co.id  tidak satupun ditemukan hasil pengumuman CPNS Pemko Siantar tahun 2010 versi Universitas Indonesia.

Sementara itu Humas Pemko Siantar yang dihubungi melalui telepon selulernya karena  berada di Huta Bayu Raja Kecamatan Tanah Jawa Simalungun, menyebutkan untuk nilai dari masing-masing peserta sudah ada di website UI. Kalau peserta CPNS Pemko Siantar 2010 ini ingin melihat skor dan nilainya, dipersilahkan untuk membuka internet.  “Kalau peserta yang tidak lulus ingin melihat hasilnya, bisa diakses di website UI,” jelas Daniel.

Ditanya apakah tidak ada kemungkinan di tempel di Kantor BKD Kota Siantar maupun di kantor dinas yang lain mengenai rangking atau nilai dari para peserta yang lulus dan juga peserta yang tidak lulus ini, Daniel kembali memberikan jawaban singkat, ”Untuk masalah itu, saya koordinasikan dulu dengan pimpinan,” katanya.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI), Januarison Saragih SH MH menyebutkan azas penerimaan CPNS Pemko Siantar harus berlandaskan prinsip transparan dan akuntabel (dapat dihitung dan dinilai dengan angka).

“Wali Kota sebagai penanggungjawab penerimaan CPNS, jangan buang badan. Jangan disuruh para pelamar CPNS ini ke UI untuk melihat nilai mereka. Itu sudah tidak mungkin, tidak masuk akal itu. Kalau pun para peserta disuruh melihat hasil pengumumannya di website UI, apakah harus seperti itu, Pemko kan bisa membantu mengumumkan nilainya,” jelasnya. “Pengumuman nilai atau rangking itu penting sekali diketahui para peserta. Nilai peserta itu perlu diumumkan BKD atau Pemko. Kalau mereka tidak mau mengumumkan ini ke publik, berarti ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Kami dari LBH USI akan melakukan gugatan class action kepada Pemko jika nilai ini tidak dikeluarkan,” tegas Januarison. (ral)
Rangking Harus Diumumkan

Baca Juga :  Jokowi-JK menang 55,71 persen di Sumatera Utara

Sebelumnya, Pemkab Simalungun diminta membuka secara transparan isi MoU Pemkab dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), kini Pemkab ditantang mengumumkan secara terbuka rangking nilai yang dibuat ITB.

Melalui rangking nilai tersebut, masyarakat dapat mengetahui berapa sebenarnya perolehan nilai yang lulus seleksi CPNS. “Pemkab Simalungun melalui BKD harus mengumumkan secara terbuka nilai yang diperoleh peserta, sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk terhadap hasil seleksi yang telah diumumkan. Kalau memang tidak ada ‘permainan’ dalam menentukan siapa yang lulus, tentunya Pemkab tidak memiliki masalah terhadap permintaan tersebut,” kata Adil Saragih, Kordinator Simalungun Coruption Wacth (SCW) kepada METRO, Senin (27/12).

“Kalaupun ada kabar adanya permainan uang hingga ratusan juta itu wajar saja. Karena memang transparansi yang diharapkan belum dilaksanakan dalam seleksi CPNS Simalungun. Isi MOU dengan ITB sampai sekarang belum jelas sampai sebatas mana, lulusnya beberapa anak pejabat secara kebetulan juga mendatangkan tanda tanya,” kata Adil Saragih. Sementara itu Anggota DPRD Simalungun Bernard Damanik SE terkait adanya usulan agar Pemkab Simalungun menyampaikan secara terbuka nilai hasil dari pemeriksaan ITB, mengatakan merupakan hal yang wajar serta pantas karena dengan diumumkannya secara terbuka nilai tersebut, maka masyarakat terutama peserta akan yakin tidak ada yang ditutup-tutupi dalam proses pelaksanaan seleksi CPNS tersebut.

“Kalau tidak ada yang ditutup-tutupi, maka sewajarnya Pemkab segera merilis pengumuman lengkap dengan nilai dan rangking hasil seleksi,” katanya. Sementara itu Kepala BKD Simalungun Garinsen Saragih melalui Kabid Formasi Sarifuddin Saragih SSTP mengatakan, pihaknya siap mengumumkan nilai perolehan yang lulus seleksi CPNS Simalungun.

Baca Juga :  Hari Pertama Kampanye, Ribuan Siswa Demo ke DPRD Siantar

“Kita memang punya data, kalau memang diminta dan disetujui pimpinan maka dapat saja diumumkan. Kalau soal adanya kabar peserta membayar untuk menang seleksi, kami tidak mengetahui hal tersebut,” katanya singkat. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*