Nilai Proses Lelang DAK Bermasalah

Rekanan Layangkan Sanggahan
MADINA-Pelaksanaan pelelangan Paket Proyek di Dinas Pendidian (Disdik), Madina dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2011, baik paket pengadaan maupun  fisik dinilai banyak masalah dan mengkangkangi aturan.

Karena menganggab lelang proyek bermasalah, salah satu perusahaan peserta tender yakni CV Gavitha Rantama, Muhammad Lutfhi melayangkan sanggahan atas hasil pengumuman panitia tender hari Rabu (16/11) lalu atau pada hari terakhir untuk masa sanggahan setelah lima hari pasca diumumkan.

Direktur CV Gavitha Rantama, Muhammad Lutfhi kepada METRO kemarin mengatakan, perusahaannya turut andil dalam proses pelelangan tender pengadaan alat peraga tingkat SD dan SMP di Disdik Madina. Namun setelah mengikuti proses, Luthfi melihat ada kejanggalan-kejanggalan yang diperankan oleh panitia lelang, berupa sudah ada perusahaan yang diduga dikondisikan memenangkan paket tersebut tanpa melihat unsur-unsur lain, semisal melihat nilai ekonomis dari penggunaan uang negara.

Dia mencontohkan, dalam penawaran pengadaan alat peraga SMP dengan pagu dana Rp900 juta, perusahaan kami memberikan penawaran sebesar Rp863.100.000, sedangkan yang dimenangkan panitia adalah CV Rezeki Bersama dengan nilai penawaran Rp895.500.000. Ironisnya, pemenang ini berada di nomor urut ke tujuh dari segi penawaran.

“Jadi dari sini jelas terlihat bahwa panitia tidak pernah berhitung untuk efisiensi penggunaan keuangan negara yang jelas bertentangan dengan isi Perpres 54 tahun 2010,” kata Luthfi.

Selain itu, sebutnya, panitia lelang telah mengabaikan dokumen lelang untuk menghadirkan barang contoh 100 persen. tetapi saat pembukaan penawaran, panitia hanya menghitung jumlah kardus, tidak menghitung jumlah item barang. Sehingga, tuturnya, CV Gavita menganggap panitia tidak transparan dalam memeriksa contoh barang karena CV Gavita membawa contoh barang sebanyak 7 Kardus sesuai yang ditawarkan sementara CV Rezeki Bersama sebagai pemenang hanya membawa 2 Kardus.

Baca Juga :  39 Kades di Kab. Mandailing Natal Dilantik

Di tempat terpisah, Direktur CV Alpa Centuri, Irwanto yang ikut serta pada tender pengadaan alat peraga SMP, dengan
pagu dana Rp3,5 miliar juga melihat ada kejanggalan. Dia heran dengan panitia lelang yang tidak melibatkan bagian pembangunan dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Pasaanya, tahun 2010, Disdik melakukan tender pengadaan dengan melibatkan bagian pembangunan dan LPSE ini.

“Kami tak paham apa yang terjadi dengan tender pengadaan di dinas ini, karena pengadaannya tidak melibatkan LPSE pada tahun ini, padahal ditahun yang lalu Disdik Madina sudah melaksanakan tender dengan melibatkan Bagian Pembangunan dan LPSE,“ sebutnya.

Keraguannya juga muncul karena pada tender pengadaan di Disdik kali ini, Bupati mengeluarkan Peraturan Bupati bernomor 77 tahun 2011 tentang pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemkab Madina, yang berisikan pelaksanaan lelang paket secara manual tanpa melibatkan bagian pembangunan. Padahal, di seluruh dinas di Pemkab Madina, lelang proyek dilaksanakan melalui Bagian Pembangunan sesuai dengan peraturan presiden yakni LPSE harus dilibatkan dalam proses tender pengadaan di SKPD.

Sedangkan panitia lelang yang dicoba ditemui METRO belum berhasil di konfirmasi. Namun, Kabag Pembangunan di Bappeda Pemkab Madina, Jufri Antoni ST MT ketika dikonfirmasi membenarkan, pihaknya memang tidak dilibatkan dalam proses lelang di Disdik Madina untuk tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya. Jufri mengaku tidak tahu apa alasannya.

Baca Juga :  Pembagian PIR Tak Merata Timbulkan Konflik Warga

“Memang di tahun-tahun yang lalu kami selalu dilibatkan dalam proses lelang tender. Tetapi tahun ini kami tidak dilibatkan, dan tidak tahu alasannya. Hanya saja Bupati mengeluarkan Perbup nomor 77 tahun 2011 sebagai dasar pelaksanaan tender itu, dan Bupati juga mengeluarkan SK Panitia bernomor 420/475/K/2011 berisikan nama-nama ketua dan anggota panitia lelang,” sebut Jufri. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*