Nurdin dan Nirwan Calon Ketua PSSI 2011-2015

Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie lolos verifikasi yang dilakukan oleh Komite Pemilihan dan berhak maju dalam Konggres Empat Tahunan PSSI yang rencananya digelar di Pan Pasific Nirwana Resort Bali, 26 Maret mendatang.

Dengan lolosnya kedua calon ini, maka peluang untuk terjadinya perubahan ditubuh PSSI tertutup karena dua calon yang lain yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro dinyatakan gagal dalam verifikasi.

Nirwan Darmawan Bakrie, George Toisuta, Nurdin Halid (Google)

“Ini hasil verifikasi yang kami lakukan termasuk verifikasi bagi calon wakil ketua umum dan calon anggota EXCO PSSI,” kata Ketua Komite Pemilihan, Syarif Bastaman pada saat pengumuman hasil verifikasi di Kantor PSSI Jakarta, Sabtu.

Pada pengumunan yang dilakukan oleh Komite Pemilihan yang juga dihadiri oleh seluruh anggota itu juga diumumkan calon wakil ketua umum dan calon anggota EXCO yang berjumlah 25 orang.

Untuk calon ketua umum berdasarkan hasil verifikasi adalah Nirwan D Bakrie (wakil ketua umum PSSI periode 2007-2011), Nurdin Halid (Ketum PSSI periode 2007-2011), Bob Hippy dan Ibnu Munzir.

Sedangkan calon anggota EXCO yang lolos adalah Achsanul Qosasih, IGK Manila, Hinca Pandjaitan, Sumaryoto Padmodiningrat, Iwan Budianto, M. Zein, Mafirion, Dodi Reza Alex Noerdin, Tri Gustoro, Nugraha Besoes, Ashar Suryobroto, Ferry Paulus, Harbiansyah Hanafiah, Subardi, Syahrial Damopolii, Ibnu Munzir, Andi Darussalam Tabusala, Toto Sudibyo, Bernard Limbong, Togar Manahan Nero, Zainuddin Hamid, Adham Dambea, Djohar Arifin Husen, Surya Darma Tahir dan Haruna Soemitro.

Baca Juga :  Tapanuli Selatan Mencari Sosok Calon Bupati Periode 2015-2020

“Jika ada calon yang tidak puas dapat mengajukan keberatan ke Komite Banding Pemilihan dalam jangka waktu tiga hari terhitung sejak diumumkan 19 Februari 2011,” katanya menambahkan.

Ditanya alasan dicoretnya dua calon yang gagal lolos, pihak Komite Pemilihan tidak bisa menjelaskan kepada khalayak umum. Penjelasan kata dia, hanya diberikan kepada semua calon baik yang lolos maupun yang gagal.

“Kami tidak bisa menjelaskan. Yang jelas surat keputusan dibuat rangkap dua. Satu disampaikan kepada calon dan satu untuk arsip. Surat ini akan langsung dikirim ke masing-masing calon baik yang lolos maupun tidak,” katanya menerangkan.

Meski demikian pihak Komite Pemilihan mengaku ada satu berkas calon yang belum diverifikasi. Jika calon tersebut merasa keberatan, berkas tersebut akan diverifikasi oleh tim Komisi Banding Pemilihan yang diketuai oleh Tjipta Lesmana. (kapanlagi.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*