Nurdin Halid Dipolisikan

indosiar.com, Jakarta – Setelah FIFA mengeluarkan keputusan bahwa Nurdin Halid tidak bisa lagi maju menjadi calon ketua umum PSSI periode mendatang, kini harus bersiap siap berurusan dengan polisi. Pasalnya Minggu (06/03/11) siang Nurdin Halid dilaporkan oleh LIRA Indonesia Sport Watch ke Polda Metro Jaya. Selain dituduh melakukan kebohongan publik, Nurdin juga dituduh melakukan suap terhadap 81 pemilik suara pada rapat tahunan PSSI di Bali beberapa waktu lalu. Suap itu untuk mengusungnya maju sebagai calon ketua umum PSSI.

Ketua Umum LIRA Indonesia Sport Watch Jusuf Rizal mendatangi ruang SPK Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Nurdin dituduh telah melakukan kebohongan publik dengan tidak menyampaikan beberapa keputusan FIFA ke publik diantaranya soal penolakan FIFA saat Nurdin terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada kongres PSSI tahun 2007 di Makassar serta penilaian FIFA terhadap keberadaan Liga Primer Indonesia yang justru dianggap Nurdin sebagai sebuah kompetisi ilegal.

Nurdin juga dituduh telah menyuap 81 pemilik hak suara pada raker PSSI di Bali beberapa waktu lalu dengan memberikan uang kepada masing-masing pemilik suara 20 juta rupiah. Penyuapan diduga dilakukan agar 81 pemilik hak suara tersebut mengusungnya agar dapat maju menjadi calon ketua umum PSSI pada kongres PSSI mendatang.

Sementara itu terkait dengan kasus penyerangan terhadap mobil milik pengurus PSSI, Andi Darussalam Tabusala didepan kantor KONI Senayan Jakarta Jumat sore lalu, kepolisian membebaskan 11 orang pengawal Nurdin Halid. Mereka dibebaskan karena dari hasil pemeriksaan tidak terlibat langsung dalam aksi penyerangan itu. Berdasarkan keterangan mereka, polisi saat ini telah mengantongi sejumlah nama yang diduga sebagai pelaku penyerangan salah satunya berinisial E, yang diduga sebagai otak dari aksi penyerangan itu.

Baca Juga :  Garuda Klaim Maskapai Pertama di Asia Pasifik Yang Gunakan Bombardier

Pihak kepolisian hingga kini masih memburu para pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Polisi pun masih mendalam kemungkinan adanya unsur rekayasa dalam aksi penyerangan tersebut. (Dedi Irawan/Sup)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*