Obama ke Bali, Citra Pariwisata RI Naik

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan menghadiri pertemuan ASEAN Summit di Bali pada September 2011. Kedatangan Obama diyakini membawa citra  positif bagi Bali dan Indonesia umumnya.

“Kedatangan Presiden Obama diyakini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat internasional dari aspek keamanan Indonesia dan kesiapan Bali menghelat acara skala dunia tersebut,” kata anggota Komisi IV DPRD Bali, Tjokorda Raka Kerthyasa, di Denpasar, Selasa (12/7/2011).

Menurut Cok Kerthyasa, ini akan bermakna sangat positif. Tidak hanya bagus untuk pariwisata Bali, tetapi juga untuk Indonesia. Artinya, keamanan Indonesia sudah tidak perlu dipertanyakan dan Bali dianggap sangat spesial.

Karena itu, Cok Kerthyasa berharap kepercayaan tersebut jangan disia-siakan. Sebab, kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Bali sendiri memulai prosesnya yang panjang sehingga dapat dipercaya dunia internasional. Apalagi, kedatangan Obama dipastikan akan semakin melambungkan nama Bali di dunia internasional.

“Maka, dari itu kita harus betul-betul menjaga kepercayaan itu. Bagaimana cara menjaganya, tentu saja dengan mempertahankan keseimbangan dan naturalisme alam, adat serta budaya Bali yang selama ini menjadi magnet pariwisata,” kata budayawan Bali itu.

Tari barong.

Cok Kerthyasa mengatakan, dampak lain terhadap kedatangan Obama adalah tumbuhnya pariwisata dan ekonomi Bali. Kedua aspek tersebut akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Bali. “Banyak dampak positif yang ditimbulkan dengan kedatangan Obama. Contohnya waktu Julia Robert ke Bali saja dunia internasional semakin mengenal Bali, khususnya Ubud. Apalagi Presiden Obama. Pasti menggairahkan ekonomi Bali,” ucap tokoh Puri Ubud ini.

Baca Juga :  Status Gunung Merapi Ditingkatkan Jadi Status Siaga

Presiden Obama sudah dua kali dijadwalkan berkunjung ke Bali. Namun, ia gagal menginjakkan kakinya di Pulau Dewata. Kali ini, publik Bali berharap agar Obama benar-benar datang ke Bali. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*