Objek Wisata Madina Masih Telantar

Minggu, 22 November 2009 – www.metrosiantar.com

dscf1363 fb Objek Wisata Madina Masih Telantar
PANTAI BARAT MADINA - SALAH SATU TEMPAT WISATA MADINA

MADINA-METRO; Kabupaten Mandailing Natal atau Madina dikenal memiliki potensi wisata yang sangat bagus, baik itu wisata pantai, laut, gunung, budaya maupun wisata berbasis religius. Namun, hingga kini potensi wisata yang ada terkesan masih ditelantarkan, untuk itu diharapkan kepada pemerintah setempat agar memberikan perhatian.

Daerah geografis Madina yang berbukit dan memiliki garis laut yang cukup panjang berukuran lebih dari 170 kilometer beserta pantai yang cukup interest menjadikan daerah Madina ini sangat potensial untuk dijadikan daerah tujuan wisata.

Lokasi wisata Madina ini terletak di beberapa daerah semisal Desa Sibanggor, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, yang dikenal memiliki keindahan alam yang sangat menarik. Di sana terdapat beberapa situs wisata yang cukup potensial untuk dikembangkan, misalnya pemandian Aek Milas Sibanggor, pemandian Aek Milas Purba Julu, Gunung Sorik Marapi dengan danau kawahnya yang sangat luas dan alamnya yang asri dan segar menjadikan daerah ini cocok dikembangkan menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Madina, objek wisata Sampuraga dan sebagainya.

Pantauan METRO Sabtu (21/11), di tempat wisata Desa Sibanggor sangat diminati oleh kalangan masyarakat disamping pemandangan alam yang natural Desa Sibanggor juga memiliki pemandian air panas. Dimana pemandian ini tidak hanya diramaikan oleh para pemuda dari Desa Sibanggor, tetapi lokasi ini juga banyak didatangi oleh kalangan masyarakat dari luar desa, semisal dari Panyabungan yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari lokasi pemandian.

Baca Juga :  Terkait DAK Dijadikan Ajang Bisnis ; Puluhan Masyarakat dan Mahasiswa Tapsel Demo Disdik

Saleh Nasution (26), seorang warga Desa Sibanggor Tonga yang juga pedagang di areal pemandian mengatakan kalau tempat wisata ini sangat diminati oleh masyarakat bukan saja dari kalangan muda tetapi di minati oleh orang tua juga anak-anak. Bukan saja dari desa sekitar, tetapi dari Panyabungan, Padangsidimpuan juga dari luar daerah bahkan sering juga didatangi dari daerah Provinsi Sumatera Barat.

“Mereka biasanya sampai ke sini sore harinya setelah melihat pemandangan pegunungan, di samping menikmati suasana pegunungan mereka juga ingin menikmati pemandian air panas alami yang ada,” sebut Soleh kepada METRO, Sabtu (21/11).

Dirinya menambahkan, pengunjung yang datang ke lokasi objek wisata tersebut lebih dari 100 orang per hari, mengingat pengunjung yang datang tidak dipungut biaya masuk.

Lokasi wisata seperti ini tidak hanya ada di Desa Sibanggor tetapi di Desa Sirambas juga memiliki wisata alam air panas dengan kondisi panas yang berbeda dengan yang ada di Desa Sibanggor. Air panas di Desa Sirambas tidak bisa dipakai untuk mandi, tetapi para pengunjung biasanya merendam telor yang hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk matang.

Di samping itu, tempat ini juga banyak ditemukan bentuk benda yang unik, seperti peninggalan sejarah semisal kuali besar dan sumur berisi air panas yang mendidih yang digunakan pengunjung sebagai tempat pematangan telur.

Dari pantauan, lokasi ini sudah sunyi dari pengunjung bahkan masyarakat sudah tidak lagi menilai bahwa lokasi ini sebagai tempat wisata dan ini berbeda dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Dahulu masyarakat sangat memilih tempat ini untuk mengisi weekend atau liburannya semisal hari minggu.

Baca Juga :  Wuihh.... Nikmatnya Kopi Mandheling

Doly Indra (23), Ketua Bidang Kepramukaan BLU Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM) yang ditemui METRO di lokasi pemandian Desa Sibanggor, mengatakan, bahwa Kabupaten Madina memiliki banyak tempat wisata yang perlu dilestarikan dan dilakukan pembinaan baik wisata alam yakni pegunungan yang luar biasa keindahannya maupun wisata laut dan juga wisata religius seperti banyaknya pesantren di Madina.

“Tempat wisata ini perlu dilakukan pembinaan dan pelestariannya, kondisi alam wisata seperti ini sangat mendukung untuk peningkatan PAD suatu daerah, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. (mag-02)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/objek-wisata-madina-masih-telantar/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. cita cita saya juga ingin melestarikan kota madina yg indh tpi apa daya saya tidak bisa ber buat apa apa kecuali berusaha agar pengenjung wisata internasioal mengunjungi tmpat kita saya sering membawa witatawn dri ber bagai belahan negara misal nya tgl 20 july lalu saya bawa wisata wan berasal dri negara pejajah dulu belanda bkan berarti kita musuh mereka 4 hari lama nya saya ber sama mereka saya terus bercerita tntang kmpung saya maga dolok mereka sangat ter tarik mendegar cerita saya tpi apa daya ketika saya ber kata. mkin kita bisa ke sana bersama sama tpi mereka ber kata i m soriy men we don heaef mor taem in indonesia waktu mereka sangat ter batas kalau saja saya mengatakan nya sjak awal pasti mereka mau ikut saya ke kmpung saya tpi saya akan trus berusaha mencasi wisatwn dri luar negri misal nya untuk melestarikan kota wisata kita teman teman ayo doa kan saya dan saya butuh dukungan dri kalian semua ok terima kasih

  2. mungkin kita bisa buat kota kita ramai di kunjungi para wisata wan tpi pemerintah kurang tegas coba saja dia bikin pengginapan di sakitar lokasi dn restoran kecil miasl nya jdi pengunjung ngk ter lantar bisa bertahan lbih lama ya ngk jdi mkin btah ne di sibanggor kata pngunjung ya ngk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*