Oknum Anggota Dewan Madina Cabuli Pegawai Honorer – Korban Sebelumnya Dibius

Perbuatan tidak senonoh kembali dilakukan oleh seorang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Hanya karena alasan ada pekerjaan mendadak ke Medan, DSN, anggota Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), diduga memperkosa seorang pegawai honorer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Madina.
Ironisnya, perbuatan tersebut justru dibantu oleh Zainal Siregar yang tak lain adalah atasan korban di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Madina.

Kepada wartawan usai mengadu ke kantor Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Jalan Abdulah Lubis Medan, Senin (8/2), Tari (23), nama disamarkan mengaku perkosaan itu terjadi pada 17 November 2009 lalu. Saat itu Tari diajak atasanya Zainal Siregar ke Medan. Ajakan itu tak bisa ditolak, dengan alasan ada pekerjaan mendadak.

Setelah mendapat izin dari kedua orang tuanya, Tari dan Zainal Siregar bertolak ke Medan mengendarai sepeda motor.

Tiba di perbatasan Sihepeng dengan Aek Badak, korban dipindahkan ke mobil dinas Anggota DPRD Madina tersebut. Karena curiga, Tari bahkan sempat menanyakan kenapa dirinya dipindahkan ke mobil DSN. Namun jawab Zainal Siregar, “Agar cepat tiba di Medan.”

Tanpa bisa menolak, korban pun pindah ke mobil Toyota Kijang Innova. Ternyata di dalam mobil ada tiga orang pria, yakni Kepala Desa Sihepeng Ridwan, sopir Hasan Basri dan DSN.

Dalam perjalanan korban sempat ditawari makanan ringan. Namun karena kelelahan, korban akhirnya tertidur pulas.

Baca Juga :  Kepala Desa Sikapas Palsukan Ratusan Tanda Tangan Masyarakat

“Saya sebenarnya tidak merasa nyaman dengan ajakan Zainal Siregar. Apalagi setelah pindah mobil, saya ketakutan diperlakukan tidak wajar,” ucap korban sambil menangis.

Kecurigaan Tari terbukti. Tiba di Medan, mobil tersebut diarahkan ke sebuah hotel di kawasan Jalan SM Raja. Korban yang sudah kelelahan dipaksa memesan kamar hotel. Lagi-lagi korban tidak bisa membantah dan terpaksa mengiyakan ajakan pria yang baru dikenalnya tersebut. Malam itu, korban pun tidur berdua bersama DSN.

Di dalam kamar, Tari diperkosa setelah sebelumnya dicekoki obat bius yang dicampurkan ke dalam minumannya.

“Yang saya rasakan waktu itu hanya pening. Saya tidak ingat apa-apa lagi, namun saya juga merasakan sakit yang perih dan keluar darah di daerah kemaluan saya,” tambah korban.

Pulang dari Medan, korban pun menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Taufik Mardani kuasa hukum korban mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum, karena kasus ini sebelumnya juga sudah dilaporkan ke Polresta Medan dan tengah dalam penyidikan.

“Tim kita sudah menangani kasus ini. Selain melapor ke Polresta Medan, kita juga akan terus mendampingi korban hingga kasus ini tuntas,” tandas Taufik Mardani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris DPW-PAN Suhandi mengatakan, jika terbukti bersalah, pihaknya akan memanggil DSN untuk diperiksa dan tindakan pemecatan secara tidak hormat dari partai.

“Kita akan panggil segera pihak terkait itu, jika terbukti akan kita pecat,” tandas Suhandi.(HARIAN-GLOBAL.COM)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Badan Perizinan Palas akan Tindak Perusahaan Nakal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*