Oknum Disdik Palas Sunat Beasiswa Mahasiswa Rp 1 Juta per Orang, LSM Laporkan ke Kacabjari Sibuhuan

Palas | Pemerintah Kabupaten Padang Lawas (Palas) menggelontorkan beasiswa bagi mahasiswa tak mampu tiap orang Rp 5 juta untuk Tahun Anggaran 2014. Tapi, nominal itu berkurang dan mahasiswa hanya menerima Rp 4 juta.

Oknum Dinas Pendidikan Daerah (Disdik) Padang Lawas (Palas) berinisial HG diduga sunat beasiswa mahasiswa tidak mampu Rp 1 juta per orang. Mendapat informasi tersebut, LSM Forum Komunikasi Pusat Peduli Pendidikan Kesehatan Seni Budaya dan Keagamaan (FK-P4 KBK) Sumatera Utara (Sumut) Cabang Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan di Sibuhuan (Kacabjari Sibuhuan).

“Setahu saya mahasiswa mendapat beasiswa Rp 5 juta, yang saya terima hanya Rp 4 juta. Hampir semua teman-teman saya menerima seperti itu,” ujar Ketua LSM Forum Komunikasi Pusat Peduli Pendidikan Kesehatan Seni Budaya dan Keagamaan (FK-P4 KBK) Sumatera Utara (Sumut) Cabang Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Sahat Gemayel Lubis menirukan pernyataan salahsatu mahasiswa penerima beasiswa berinisial IH.

Dikatakan Sahat, pada waktu IH menceritakan bahwa bantuan beasiswa yang diterimanya hanya Rp4 juta. Kemudian IH juga menceritakan, pada saat menerima uang tersebut, uangnya ada dalam amplop. Kemudian setelah sampai dirumah, ia menyerahkan uang tersebut kepada orangtuanya dan mengatakan bantuannya 5 juta. Tapi kenyataannya setelah dihitung hanya Rp4 juta, kemudian ia menanyakan hal tersebut tidak kepada oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Daerah Palas berinisial HG, akan tetapi kepada mahasiswa lain penerima beasiswa, dan jawabannya juga menerima Rp.4 juta.

Baca Juga :  Kerusuhan di Suka Makmur Madina - Polres Madina Buru Aktor Utama

Tambahnya, setelah mendapat informasi tersebut, kita menyurati hal tersebut kepada Kepala Disdik Palas untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pungutan liar yang diduga dilakukan oleh HG, pada tanggal 19 Januari 2015. Kemudian pada Kamis (22/1/2015), LSM FK-P4 KBK Sumut Cabang Tabagsel menyampaikan kasus dugaan pungli tersebut kepada Kacabjari Sibuhuan.

“Kemudian setelah 3 hari setelah tanggal surat tersebut, kita tidak mendapat jawaban. Dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah, kita menyampaikan kasus tersebut kepada Kacabjari Sibuhuan pada tanggal 22 Agustus 2015 untuk dilakukan penyelidikan dan penyididkan,” kata Sahat.


(Rel)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Ya Allah Kapanlah Majunya Negara Ini klo uang Untuk Maha Siswa Di Suntik….

    Pejabat—pejabat Negara Yang Beriman

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*