Oknum DPRD Kab. Padang Lawas Utara & OKP pukul wartawan

PALUTA – Oknum anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan seorang oknum organisasi pemuda melakukan pemukulan terhadap wartawan Waspada, Sori Parla Harahap, saat menjalankan tugas jurnalistik meliput demo mahasiswa menolak
SK CPNS Paluta tahun 2009 di depan gedung DPRD Paluta.

Menurut keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 12.00 WIB, peristiwa itu berawal saat puluhan pendemo dari Gerakan Mahasiswa Paluta dan sejumlah warga  mendatangi DPRD Paluta.

Menurut seorang saksi, Sabung Ganti Harahap, warga desa Sigama dan Darwin Siregar, warga kelurahan Pasar Gunungtua, kecamatan Padang Bolak yang berada di lokasi kejadian, saat demo berlangsung ada seorang oknum dewan berinisial HAE Siregar memegang wajah wartawan Waspada sambil mendorongnya. Kemudian wajah korban dipukul oknum berinisial DR.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kabupaten Paluta (Gema Paluta), Gusti Putra Hajoran Harahap, terkait rekruitmen CPNSD Paluta Gate formasi tahun 2009, yang terindikasi sarat KKN harus disikapi demi hukum dan tegaknya keadilan, kebenaran secara jujur, adil dan merata.

Ditinjau dari proses seleksi penerimaan CPNSD Paluta yang dinilai tidak fair dan jujur, hal itu akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Untuk itu kalangan mahasiswa dan masyarakat harus berperan aktif mengawasi kebijakan pemerintah.

Hal itu demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih, bukan sebaliknya yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dan jabatan demi mencapai keinginan, bukan atas kewajiban enjalankan tugas pengabdian.

Baca Juga :  Gawat, Masuk Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Padang Lawas Bayar Jutaan Rupiah

Maka untuk menyikapi hal tersebut, mahasiswa Paluta menyampaikan sikap yang intinya menolak keputusan Bupati Paluta tentang pengangkatan CPND Paluta tahun 2009 di lingkungan Pemkab Paluta.

Mereka juga meminta DPRD Paluta segera membentuk Pansus terkait kasus rekruitmen CPNSD Paluta tahun 2009, sekaligus serius menindaklanjutinya demi mencegah terjadinya konflik horizontal di tengah masyarakat. Juga meminta pihak kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus rekruitmen CPNSD Gate kabupaten Paluta formasi tahun 2009.

Penyampaian mahasiswa merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap daerah Padang Lawas Utara demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur sebagai force social sebagai pengimbang kekuasaan pemerintah, sehingga tidak terjadi pemerintahan yang otoriter.

Namun aksi demo yang dilakukan mahasiswa itu berakhir ricuh, bahkan oknum anggota DPRD dan OKP melakukan pemukulan terhadap wartawan Waspada di saat menjalankan tugas peliputan di depan gedung DPRD Paluta.

Firdaus Harahap, Ketua Persatuan Wartawan Daerah (Perwada) Paluta, tadi malam, mengaku kecewa terhadap kejadian itu. Apalagi ada oknum anggota DPRD menghalangi wartawan menjalankan tugas peliputan, bahkan pemukulan.

Kapolres Tapsel AKBP Subandrya melalui Kapolsek Gunungtua AKP M Siregar ketika dimintai keterangan membenarkan kejadian itu. Bahkan pihaknya telah menerima pengaduan korban dan akan ditindaklanjuti sesuai hukum.

Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=116219:oknum-dprd-a-okp-pukul-wartawan&catid=15:sumut&Itemid=28

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pilkada Semata Mengejar Kuasa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*