Oknum DPRD terlibat perusakan tambang

PANYABUNGAN – Anggota DPRD Madina berinisial IRS (40), yang berasal dari Sapem IV, diduga ada di belakang perusakan  dan penjarahan tambang tradisional milik Sohiruddin di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), seminggu lalu.

“Hal itu dilakukan, diduga akibat kecemburuan terhadap keberhasilan tambang tradisional tersebut,” kata warga Hutabargot, salah satunya Borkat Batubara, tadi malam, seraya menyebutkan, saat perusakan pintu tambang, Rabu (12/01), oleh warga yang bersangkutan, IRS ada dalam rombongan tersebut.

Saat perusakan malam itu, menurut Borkat, IRS ada di situ. Warga berdatangan, kemudian merusak pintu tambang. Setelah berhasil, mereka mengangkat batu keluar dan melansirnya entah kemana.

Selain itu, lanjut Borkat, malam ini, IRS masuk lagi ke dalam tambang beserta warga dengan mengatasnamakan masyarakat. Saat itu juga mereka mengangkat batu dari dalam dan dimasukkan ke dalam goni lalu dibawa pergi.

“Terkait dengan perusakan ini sudah kita laporkan ke Polres Madina. Kita berharap pihak kepolisian mengusut perusakan dan penjarahan tersebut. Sebab, dugaan ada melibatkan anggota DPRD Madina,” kata dia.

Sedangkan IRS yang dihubungi terkait dengan tuduhan warga ini membantah hal itu.  “Tuduhan itu tidak benar dan tidak mendasar. Silakan buktikan kalau saya ikut dan terlibat di situ. Kalau memang saya ikut  laporkan saja ke polisi, biar hukum yang membuktikan,” katanya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Hidayat-Dahlan Menang, Ribuan Warga Madina Konvoi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*