Oknum Jaksa Kejatisu Diduga Terlantarkan Istri

Oknum jaksa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera (Kejatisu) berinisial DIH, diduga mentelantarkan istrinya ESS, warga Medan Johor. Pasalnya, DH kerap hanya memberikan nafkah sebesar Rp300 ribu setiap bulan, dan hal tersebut sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. Demikian pengakuan ESS dirumah orangtuanya di Sibuhuan, Selasa (30/6/2015).

Kemudian sebut ESS, dirinya sudah pernah melaporkan hal tersebut kepada Kepala Kejatisu tertanggal 30 Maret 2015, dan juga kepada Istri Kepala Kejatisu. Akan tetapi Kepala Kejatisu diduga belum memberikan tegas kepada DIH, karena tidak ada perubahan sama sekali DIH kepada ESS, yang saat ini sedang hamil 8 bulan.

“Sudah pernah kita laporkan secara lisan dan tertulis kepada bapak Kajatisu, maupun istri Kajatisu. Kemudian hanya mendapat panggilan Asisten Pembinaan bapak Nasution. Namun tingkah laku DH tidak ada perubahan,” kata ESS yang sudah pisah ranjang dan meja makan dengan DIH selama 5 bulan, dan DIH salama 4 bulan tidak diberikan nafkah sama sekali.

Orangtua ESS juga menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya masih menghargai besannya tersebut, terutamanya besan laki-laki. Karenanya, dia meminta kepada pihak keluarga DIH untuk membicarakannya baik-baik.

“Jangan semena-mena, kita juga punya harga diri. Mereka dulu, pada saat melamar anak gadis saya secara baik-baiknya. Kita masih menghargai amangboru (besan laki-laki) itu, harusnya dibicarakan baik-baiklah,” pungkas orangtua ESS.

Baca Juga :  Sutan Bhatoegana Tak Diusung Jadi Cagub Sumut, Pas Kali Lah Barang Tu .....

Kasi Penerangan Hukum Kejatisu Chandra Purnama Pasaribu yang dikonfirmasi, Rabu (1/7/2015), terkait laporan ESS selaku istri DIH kepada Kajatisu, yang terkesan tidak ada tanggapan serius dari atasan DIS, belum ada jawabannya. Padahal Chandra menyampaikan, akan mencek laporan ESS pada besok harinya.

“Ok Bang… Besok Sy cek dulu laprannya,” balas Chandra melalui pesan SMS.

Namun besoknya, pada hari Kamis (2/7/2015), jawaban Chandra tidak ada sama sekali. *(BS-032)*

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*