Oknum Kades di Kabupaten Palas Jual Raskin Diatas HET

Palas, – Oknum Kepala Desa (Kades)  di Kabupaten Padang Lawas (Palas) diduga menjual raskin diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni oknum Kades Hadungdung Pintu Padang Kecamatan Aek Nabara Barumun berinisial SD.

Informasi yang dihimpun dari warga, oknum Kades SD menjual raskin kepada warga Rp2.400/kg. Oknum Kades SD diduga tidak mengindahkan Program pemerintah pusat  terkait penyaluran Beras Miskin (Raskin) kepada warga kurang mampu. Langkah pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, salah satu diplementasikan dalam bentuk penyaluran bantuan Beras Miskin (Raskin) kepada warga kurang mampu, namun cara ini masih dimanfaatkan oknum Kades SD untuk memeras warganya.

Sesuai dengan data yang di peroleh dari Kasi Kemasyarakatan Kantor Camat Aek Nabara Barumun, bahwa jumlah daftar nama yang berhak menerima Beras Miskin (Raskin) untuk desa Hadungdung Pintu Padang berjumlah 80 Kepala Keluarga (KK). Terakhir penyaluran Raskin untuk jatah 3 bulan sebanyak 3 sak untuk setiap KK atau 45 kilogram, dimana 1 sak Beras Raskin beratnya 15 kilogram. Ternyata yang disalurkan pada masyarakat hanya 1 sak atau 15 kilogram. Dari hitungan tersebut, oknum Kades SD diduga tidak menyalurkan raskin kepada warga sebanyak 160 sak atau 2.400 kilogram.

Salahsatu warga Desa Hadungdung Pintu Padang  mengatakan bahwa dirinya mengetahui harga raskin yang dipatok oleh pemerintah adalah Rp1.600 per-kilogram. Akan tetapi kenyataanya, harganya menjadi 2.400 per-kilogram. Bahkan, kata warga yang lain, dalam pengangkutan Raskin itu dikenakan biaya ‘uang terimakasih’ alias uang minyak yang bervariasi dan bagi yang menerima raskin juga berbeda-beda, warga hanya mendapat 1 sak per-KK, yang seharusnya yang diterima 3 sak per-KK, beber warga yang diamini warga lainnya.

Baca Juga :  Daftar Bakal Calon Peserta Sertifikasi Guru 2012 Kota Padang Sidempuan

Camat Aek Nabara Barumun, Pamonoran Siregar yang dihubungi, Selasa (15/72014) tekait melambungnya harga Raskin di desa bawahannya, mengatakan bahwa penyaluran raskin ke Desa Hadungdung Pintu Padang untuk periode berikutnya akan ditunda. “Akan saya pending karena terlalu banyak masalah,” kata Parmonangan Siregar  sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Menanggapi hal itu, Tokoh Masyarakat Hadungdung Pintu Padang, Tengku Raja Mulia sangat menyayangkan dan kecewa dengan kinerja Pemerintah kecamatan Aek Nabara Barumun.

“Mengapa hal semacam ini masih terjadi, padahal program Raskin sudah lama berjalan, harusnya Camat  memantau kinerja orang-orangnya yang ditempatkan untuk mendukung program pemerintah dalam penyaluran Raskin kepada warga kurang mampu,” kata Tengku Raja Mulia.

Sebagai tokoh masyarakat di Desa tersebut, dia meminta aparat hukum agar mengusut dugaan penyalahgunaan jabatan untuk ‘meraup keuntungan’ dari rakyat miskin melalui program Raskin. “Kades telah memainkan Raskin, dengan cara menaikan harga menjadi Rp2.400 perkilo kepada warga. Kemudian memberikan jatah warga sebanyak 1 sak (15 kilogram,red), yang seharusnya 3 sak (45 kilogram,red). Dan dikemanakan Raskin yang tidak disalurkan sebanyak 2.400 kilogram tersebut,” tegas Tengku Raja.

Untuk diketahui, setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Palas menganggarkan dana dalam Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD), yakni Program Pengendalian Manajemen Kebijakan Kepala Daerah (KDH), yang salahsatunya untuk mengurus Raskin di Kabupaten Palas. Dan anggaranya tidak sedikit, setiap tahunnya ratusan juta rupiah. (Sahat Gemayel Lubis)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  BAP Mantan Kadis PU Palas Dilimpahkan

1 Komentar

  1. Udah dipublikasikan pak ke Koran Harian berita diatas ?.
    Bapak Wartawan gak ?.kalo iya.wartawan dari media mana ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*