Oknum Ketua Komisi DPRD Tapsel Diduga ‘Ngolah’

Tapsel, Kirsuh lahan masyarakat Transmigrasi Swadaya Mandiri Muara Ampolu Kecamatan Muara Batangtoru dengan PTP Nusantara III Batangtoru tampaknya menjadi ajang kesempatan dalam kesempitan oknum anggota DPRD Tapanuli Selatan yang diduga mengeruk keuntungan pribadi ditengah penderitaan masyarakat yang merasa terampas haknya sebagai pemilik lahan TSM.

Kuasa Masyarakat Ali Sumurung Sinaga SH kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Jumat (15/04/2011) mengatakan persoalan lahan tersebut terjadi akibat terbitnya izin lokasi pengembangan lahan PTPN III Batangtoru sesuai SK Bupati Tapsel Ongku P Hasibuan Nomor: 01/IZIN/2010 tanggal 28 Januari 2010  yang diperkirakan tumpang tindih dengan lahan Transmigrasi Swadaya Mandiri.

Berkenaan dengan hal tersebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menerbitkan surat Nomor: 226-5/DTK-TR/2011 tertanggal 09 Februari 2011 ditujukan kepada Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu untuk mengeluarkan lahan transmigrasi tersebut dari izin lokasi pengembangan lahan PTPN III.

“Sayangnya, walau sudah disurati secara resmi dan merupakan jawaban atas surat klarifikasi Bupati Nomor: 560/8677/2010 Tanggal 20 Desember 2010 tentang klarifikasi lahan TSM berkaitan dengan izin lokasi PTPN III, namun hingga kini belum memperoleh tindak lanjut, sehingga permasalahan ini kita sampaikan kepada DPRD Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Menurut keterangan, sudah dua kali masyarakat melakukan unjuk rasa maupun pertemuan dengan pihak DPRD Tapsel (Komisi I dan II), dengan harapan agar lahan TSM tersebut dikeluarkan dari izin lokasi pengembangan lahan PTPN III dan kembali ke masyarakat.

Baca Juga :  Pejabat Palas Salahgunakan Fasilitas

“Tetapi lagi-lagi masyarakat dikecewakan oleh sikap DPRD yang  mungkir dari kesepakatan untuk melakukan tinjauan lapangan atas lahan yang dipersoalkan itu. Janjinya Senin (11/04/2011) DPRD turun tetapi kemudian ditunda Selasa (12/04/2011) dan kemudian malah ditunda lagi dengan waktu yang tidak jelas, sehingga masyarakat merasa ketipu dengan ulah para wakil rakyat itu,” ujarnya.

Sementara di sisi lain, walau DPRD secara kelembagaan belum menentukan waktu kunjungan lapangan, tetapi pada Rabu (13/04/2011) oknum salah satu Ketua Komisi DPRD Tapsel berinisial H terpantau berada di kantor PTPN III Batangtoru disebut sebut bertemu Manajer Eddi Giri.

“Santer kabarnya keberadaan anggota dewan itu berhubungan dengan permasalahan lahan antara masyarakat dengan PTPN III, tetapi patut dicurigai memiliki maksud yang tidak baik. Mungkin saja mau “ngolah”, sebab kalau untuk maksud yang baik DPRD bisa mengundang kehadiran pihak PTPN III di gedung dewan,” ujar aktifis LSM Tapsel L Pohan kepada wartawan ditemui terpisah.

Berkenaan dengan hal itu, ia mengatakan dengan bukti dan data yang ada, pihaknya akan mengadukan ulah oknum anggota DPRD itu ke Badan Kehormatan DPRD karena dipandang telah melanggar etika dan merusak citra DPRD ditengah tengah masyarakat.

“Kalau mau manderen kenapa tidak jadi pengemis saja, atau apa sekarang sudah ada panderen yang terhormat,” pungkasnya.

Oknum H ketika dikonfirmasi perihal tersebut via HP tidak berhasil. SMS yang dikirimkan wartawan tidak memperoleh jawaban. (BS-029)

Baca Juga :  Dok, Kapan Anak Saya Dioperasi?

Sumber: beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*