Oknum Polisi Polres Tapsel Gelar Pesta Sabu

MEDAN–Bripka ENS (40) dan Brigadir TMH (36) ditangkap polisi saat pesta sabu di Dusun Janji Raja, Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kamis (29/12) malam. Selain mereka, polisi juga mengamankan AHG (38) dan IMR (33).

Penangkapan 2 polisi yang bertugas di lingkungan Polres Tapsel ini berawal dari operasi rutin razia lalu-lintas di depan pos kota, Kamis (29/12). Saat itu, personel Satlantas Polres Psp mengamankan AN (37), tersangka pemilik tiga plastik kecil berisi sabu-sabu.

“Saat itu personel Satlantas Polres Psp melihat mobil avanza warna silver dengan nomor polisi 1906 HZ menabrak kendaraan di depannya. Curiga, anggota Satlantas langsung memeriksa mobil yang bersangkutan. Saat diperiksa, tiba-tiba AN memasukkan 2 plastik kecil dalam mulutnya yang diambil dari saku celana belakang,” terang Kapolres Psp AKBP Andi S Taufik, kepada sejumlah wartawan, Jumat (30/12).

Selanjutnya, sambung Kapolres, oleh petugas AN dipaksa untuk mengeluarkan plastic yang ditelannya tersebut. Ternyata, bungkusan itu berisi sabu-sabu. Personel langsung menangkap AN. Lalu, saat mobil diperiksa, kembali ditemukan 1 bungkus plastik kecil yang juga berisi sabu-sabu.

Dari hasil pengembangan sesuai pengakuan AN yang berprofesi sebagai pemain keyboard, ia dan personel berangkat menuju rumah Bripka ENS (40) di Dusun Janji Raja, Kelurahan Wek I, Kecamatan Psp Utara. “Saat digerebek, empat tersangka termasuk Bripka ENS dan Brigadir TMH sedang pesta sabu-sabu,” kata Kapolres.

Baca Juga :  Pemko P. Sidimpuan Akan Tertibkan PKL

Keempat tersangka itu, Bripka ENS (40), Brigadir TMH (36) warga jalan Kapten Tendean, Kecamatan Psp Utara, AHG (38) warga Desa Sigoring, Kelurahan Simangambat, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Tapsel yang berprofesi sebagai sopir, IMR (33) warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Kampung Tobu, Psp Utara.

Kapolres menambahkan, dari dalam rumah Bripka ENS tepatnya di kamar tengah ditemukan 19 plastik kecil berisi narkoba jenis sabu-sabu, 1 unit timbangan elektrik, 1 mancis, 1 pipet warna putih, 1 bong atau alat penghisap, satu gulungan foil, 10 bungkus plastik kecil transparan, 3 unit HP merk Nokia, uang tunai sejumlah Rp2.321.000.

Saat ini, tambah Kapolres, pihaknya masih mendalami siapa bandar sabu. Namun, dugaan sementara dari hasil temuan, bandarnya adalah ENS. Dan, dari hasil tes urine kelimanya positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Kepada seluruh tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Dua di antaranya adalah personel Polres Tapsel. ENS kita duga adalah bandarnya,” jelas Kapolres.

Sementara itu Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH melalui Kasubbag Humas, AKP AR Siregar SH, kepada METRO (Group JPNN), Jumat (20/12), mengatakan, pihaknya sudah diberitahu Polres Psp tentang dua anggota Polres Tapsel tertangkap kasus sabu-sabu.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu apa hasil hukum atas kedua anggotanya tersebut untuk menindaklanjuti tindakan yang akan dilakukan terhadap keduanya. “Benar keduanya anggota Polres Tapsel dan bertugas di bagian Sabhara. Nanti apa keputusan hukumnya baru kita tahu apa tindakan kita kepada keduanya,” terangnya.(phn)

Baca Juga :  Guru di Madina Minta Cairkan Insentif
jpnn.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. baru ya !!! kasian ter lambat ni info;
    da sejak dulu para polisi2 bangsat nyambi jadi bandar narkoba,,
    para polisi tu semua pada ALIM N SOK G TAU APA2.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*