“Old Trafford” Akan Dibangun di Bandung

Semua kursi di Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage Bandung, yang diperkirakan sebanyak 38.000, akan didesain seperti kursi di Stadion Old Trafford, Inggris.

“Kota Bandung ingin punya stadion standar internasional. Tidak seperti kebanyakan stadion di Indonesia lainnya yang menggunakan bangku panjang, kita memakai standar FIFA,” kata anggota tim dari pelaksana kontrak dan teknis pembangunan SUS Gedebage dari PT Adhi Karya, Hanif Setio Nugroho, di Bandung, Selasa (25/1/2011).

0426371p Old Trafford Akan Dibangun di Bandung
Maket Stadion Utama Sepakbola Gedebage.

Ia mengatakan, 38.000 kursi yang akan menjadi tempat duduk penonton SUS Gedebage tersebut akan didatangkan langsung dari Inggris melalui pabriknya di Malaysia.

“Tentang kursi yang dipesan khusus ini memiliki kelebihan bisa melipat sendiri dan kekuatan menahan berat atau beban hingga 2.000 newton atau 200 kilogram,” ujar Hanif.

Menurutnya, anggaran yang dipersiapkan untuk pemenuhan kursi spesial tersebut sebesar Rp 15 miliar.

Dikatakannya, saat ini sudah terkirim 30.800 dari 38.000 kursi di lokasi pembangunan yang telah dipesan, sisanya masih berada di Pelabuhan Tanjung Priok, menunggu pembangunan SUS Gedebage selesai.

Dengan dibangunnya stadion utama sepak bola berstandar internasional pertama di Kota Bandung ini, kata Hanif, diharapkan budaya menonton Indonesia, khususnya bobotoh, menjadi lebih tertib dan menjaga infrastruktur stadion.

“Walaupun secara teknis penonton masih bisa berdiri di kursi, tetapi diharapkan pendukung bisa menghargai dan mempunyai rasa memiliki stadion ini,” katanya.

Baca Juga :  Rahudman Harahap Dieksekusi ke Rutan Tanjung Gusta

Ia menambahkan, formasi penyimpanan kursi dilakukan secara acak dengan pola membentuk atau menyerupai sebuah bunga.

“Jadi, nanti warna-warni kursi tersebut didominasi hijau, biru, dan kuning sesuai lambang Kota Bandung. Kalau dilihat dari jauh ke sekeliling, akan terlihat pola bunga yang indah,” ujarnya. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*