Ongku Dianggap Abaikan UU

10:26 | Thursday, 3 September 2009

ongku p hasibuan Ongku Dianggap Abaikan UUNaposo Nauli Bulung Napa-napa Ni Sibual-buali (NNBS) Sumatera Utara mengadukan Bupati Tapanuli Selatan Ongku Parmonangan Hasibuan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mereka menganggap Ongku mengabaikan Undang-Undang No 37 dan 38 Tahun 2007 yang menerapkan Sipirok sebagai ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan.

Berdasarkan UU No 37/2007, Kabupaten Tapanuli Selatan dimekarkan menjadi tiga bagian yaitu, Kabupaten Padang Lawas dengan ibukota  Subuhuan, Kabupaten Padang Lawas Utara dengan ibukota Gunung Tua, Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai kabupaten induk dengan ibukota Sipirok.

Merujuk pasal 21 ayat (1) dan ayat 2 UU tersebut, ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan berkedudukan di Sipirok yang dilaksanakan paling lama 18 bulan sejak UU disahkan. Faktanya di lokasi sampai 24 bulan sejak UU ditetapkan, Bupati Tapanuli Selatan tidak serius merealisasikan pemindahan ibukota ke Sipirok.

Selama ini, pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli selatan di kota Padang Sidempuan, ujar Faisal Reza Pardede, Ketua NNBS seusai bertemu Paniti Ad Hoc (PAH) I DPD di komplek parlemen, Senayan Jakarta, selasa (1/9). Mereka didampingi anggota DPD asal Sumatera Utara Yopie Sangkot Batubara.

Karena tidak serius merealisasikannya, NNBS menganggap Bupati mengabaikan UU 37 dan 38/2007 khususnya pasal 21 ayat 1 dan ayat 2 tersebut. Perkembangannya, Bupati mengalihkan ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan ke Desa Tolang dalam kawasan Maragordong di perbatasan kecamatan Angkola Timur dan Kecamatan Sipirok.

Baca Juga :  Hasil Panen Petani Padi Madina Meningkat

Malahan, bupati mengajukan lahan seluas 275 hektar dalam kawasan tersebut kepada Menteri Kehutanan untuk merintis pengalihan ibukota tersebut berdasarkan surat Bupati Tapanuli Selatan nomor 011/68/2008 serta penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDRTK) Sipirok.
“Ongku Parmonangan Hasibuan, selaku Bupati Tapanuli Selatan telah menyalahgunakan jabatannya dengan mengabaikan UU dan sengaja melanggar sumpah/janji jabatannya,” tegas Faisal.

Tanggal 11 Februari 2009, Bupati Tapanuli Selatan menyatakan, pelanggaran terhadap UU No 37 dan No 38 tahun 2007 tidak mempunyai sanksi hukum dan pidana karena hanya bersifat pengaturan saja. Menurut Faisal, Bupati Tapanuli Selatan juga melanggar ketentuan lokasi pertapakan ibukota yang seharusnya radius 9 Km sebagaimana terangkum dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Sipirok. “DPD mendukung penolakan ini,” tukas Yopie di Jakarta. (*)

Sumber: http://www.hariansumutpos.com/2009/09/ongku-dianggap-abaikan-uu.html

Kiriman: A Djunaedi
Penjab Bidang Pemberitaan dan Media Visual
Sekretaris Jenderal DPD RI

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Jalan Baru Sidimpuan
    Pemerintah Kota Padangsidimpuan mengganti nama-nama jalan yang ada di daerah ini. Pergantian itu sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 12 Tahun 2005 yang memuat 228 nama jalan. Adapun nama jalan yang diganti di wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Utara adalah Jalan Merdeka menjadi Jalan Jenderal Sudirman. Batasnya mulai dari tugu perjuangan Siborang sampai perbatasan Pemko Padangsidimpuan dengan Pemkab Tapanuli Selatan atau tepatnya di daerah Flamboyan, Palopat Maria, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Sedangkan Jalan Jenderal Sudirman yang lama dibagi menjadi 2 (dua). Mulai dari simpang jalan topi sampai simpang jalan sitombol/Diponegoro menjadi Jalan Kapten Koima. Mulai dari depan rumah dinas walikota sampai Jalan Diponegoro/Sitombol menjadi Jalan Serma Liong Kosong.

    Jalan Purnama atau jalan Kampung Selamat menjadi Jalan Sutan Panindoan. Kemudian Jalan Janji Bangun menjadi Jalan Ayub Lubis. Jalan PMD di Sigiring-giring menjadi Jalan Pangeran Ali Basa Siregar. Jalan Madrasah Samora atau menuju SMA Swasta Karya Baru menjadi Jalan Abdul Jalil Lubis. Gang Pustim menjadi Jalan H.Sulaiman. Jalan Patrice Lumumba I menjadi Jalan Commodor Yos Sudarso. Jalan Patrice Lumumba II menjadi Jalan Patrice Lumumba. Jalan Patrice Lumumba III menjadi Jalan Abdul Azis Lubis.

    Jalan Baru I menjadi Jalan Muda Siregar. Jalan Baru II menjadi Jalan H.Abdul Rasyid Nasution,SH. Jalan WR.Supratman I menjadi Jalan Jenderal Sudirman. Jalan WR.Supratman II menjadi Jalan WR.Supratman. Jalan Sejahtera menjadi Jalan Pangulu Rambin. Jalan Perjuangan, Kampung Marancar menjadi Jalan M.Yunus Siregar. Jalan Kenari menjadi Jalan Mustafa Daulay. Jalan Beringin menjadi Jalan Abdul Hakim Nasution. Jalan Gaharu menjadi Jalan M.Takhir Daulay.

    Jalan Cemara menjadi Jalan Rahmad Faisal Aritonang. Jalan Meranti menjadi Jalan M Jafar Siregar, Jalan Jati menjadi Jalan Mara Indo Sikumbang. Jalan Jati II menjadi Jalan Husni Fadli Lubis. Jalan Kenanga menjadi Jalan Raja Junjungan Lubis. Jalan Sultan Hasanuddin dibagi menjadi dua. Jalan Sultan Hasanuddin dari Jalan Junjungan Lubis sampai Jalan Binanga Siregar. Jalan Ahmad Negara Nasution mulai dari Jalan Baginda Sojuangon sampai persimpangan. Jalan Solo menjadi Jalan H Baginda Raja Sojuangon. Jalan Mesjid Raya Baru menjadi Jalan Bahri Efendi Siregar. Jalan SPK menjadi Jalan Mangaraja Batang Pane. Jalan Commodor Yos Sudarso menjadi Jalan Pangulu Saleh. Jalan Durian menjadi Jalan Abdul Gani Lubis.

    Jalan Panyanggar menjadi Jalan Ompu Napotar. Gang Perjuangan Panyanggar menjadi Jalan Mangaraja Parlagutan. Jalan Persatuan Panyanggar menjadi Jalan Ali Basa. Gang Pahlawan Panyanggar menjadi Jalan Mangarajasati. Gang Melati menjadi Jalan Jasori. Gang Madrasah menjadi Jalan Hatta Harahap.
    Jalan Inpres Sadabuan menjadi Jalan Sibaganding Harahap. Jalan BPDSU menjadi Jalan Sutan Parlindungan Harahap. Jalan Kuburan Cina menjadi Jalan Sutan Parlaungan Harahap. Jalan Tanobato menjadi Jalan Dr. Payungan Dalimunthe. Gang Matahari menjadi Jalan Mangaraja Sokondar. Gang Damai menjadi Jalan Baginda Porang Dalimunthe. Gang Anggrek menjadi Jalan Mayor Bidun Dalimunthe. Gang Padang Bolak menjadi Jalan Amran Harahap. Gang Melayu menjadi Jalan H Mara Said. Gang Raya menjadi Jalan Syekh Imam Daulay. Gang Pendidikan menjadi Jalan H Marasat Harahap. Gang Lurah menjadi Jalan Bangun Batari. Jalan Simarsayang I menjadi Jalan Mangaraja Batang Ayumi. Jalan Simarsayang II menjadi Jalan Mangaraja Linggoman Harahap. Jalan Losung Batu menjadi Jalan Ompu Toga Langit.

    Kecamatan Padangsidimpuan Selatan
    Jalan Melati menjadi Jalan Mangaraja Maradat. Jalan Mawar menjadi Jalan Raja Enda Mora. Jalan Cempaka menjadi Jalan Tongku Imom Hasibuan. Jalan Teratai menjadi Jalan Patih Marahamad. Jalan Kamboja menjadi Jalan Baginda Raja Souturon. Jalan Dahlia menjadi Jalan H Sutan Siregar SH. Jalan Kemuning menjadi Jalan Syeckh Jafar Abdul Wahab. Jalan Tanjung menjadi Jalan Koimah Hasibuan. Jalan Melur menjadi Jalan Baginda Mulia Lubis.

    Jalan Bhakti PU menjadi Jalan Syekh Prof DR Ali Hasan. Jalan Bhakti KNPI menjadi Jalan Kasantaroji. Jalan Setia menjadi Jalan H Ihutan Ritonga. Jalan Pelita menjadi Jalan Mangaraja Ujung Padang. Jalan Tapian Nauli dibagi dua, mulai dari simpang silandit sampai simpang kantor bupati Tapsel Jalan Sutan Katimbung. Sedangkan lanjutannya sampai stadion Jalan Kol. Hamzah Lubis. Jalan Afiat menjadi Jalan H Salim Matondang. Jalan Bunga menjadi Jalan Salamuddin. Jalan Pendidikan menjadi Jalan Sutan Bangun Siregar. Jalan Batang Pane menjadi Jalan H Sorimuda Siregar.

    Jalan Danau Maninjau menjadi Jalan H Sutan Mangarahon Harahap. Jalan Danau Toba dibagi dua menjadi Jalan BM Marpaung mulai dari Jalan Sahala Muda Pakpahan sampai Jalan Danau Laut Tawar. Satu lagi Jalan Palti Siregar sampai Jalan Teuku Umar. Jalan Danau Singkarak menjadi Jalan H Dinggol Akhmad Siregar. Jalan Sutoyo menjadi Jalan Liong See. Jalan Nusa Indah menjadi Jalan Binanga Siregar. Jalan Makmur menjadi Jalan H Tagor Mulia Harahap.

    Gang Maduma IV menjadi Jalan Mara Mulia. Gang Maduma V menjadi Jalan Hj Roida. Jalan Kapt.Pattimura menjadi Jalan Alboim Hutabarat. Jalan DPR menjadi Jalan Panglu Marah Alam Sitompul. Jalan Wek VI Sidogap-dogap menjadi Jalan Sutan Tagor Mulia.
    Jalan H Abdul Ramli Lubis menjadi Jalan Marah Kantin Siregar. Jalan SD Inpres menjadi Jalan Pendidikan. Gang Mesjid menjadi Jalan Sutan Kualo Siregar. Jalan Sibulan-bulan menjadi Jalan Mustafa Harahap. Jalan SD Bertingkat menjadi Jalan Mangaraja Soangkupon Lubis. Jalan Padat Karya menjadi Jalan H Ismail Harahap. Jalan Batang Ayumi menjadi Jalan H Abdul Azis Pane. Jalan Danau ranau menjadi Jalan Mas Kadiran. Jalan Gereja menjadi Jalan Sutan Parlaungan Silalahi. Jalan Danau Kerinci menjadi Jalan H Ali Hasan Pulungan.

    Jalan Perintis Kemerdekaan di Padangmatinggi menjadi Jalan H M Sutan Harahap. Jalan Bhakti ABRI I menjadi Jalan Sutan Pandapotan Harahap. Jalan Bhakti II menjadi Jalan Sutan Batangari Harahap. Jalan Silandit menjadi Jalan BM Muda. Gang Teladan menjadi Jalan Hj Syaripah Nasution. Gang Surau menjadi Jalan H Dawam. Gang Daniel Simanjuntak menjadi Jalan Zakaria Siregar. Jalan Inpres Silandit menjadi Jalan Saidi Rambe. Jalan Kapten Jurman menjadi Jalan Hj Jamilah. Jalan M Yunus menjadi Jalan Khalifah Mad Junus. Jalan Tandang Mulia menjadi Jalan Drs H Parsaulian Harahap. Jalan Aek Bayur menjadi Jalan H Dahlan Siregar. Jalan Lapangan menjadi Jalan Sutan Maujalo. Jalan Pardomuan menjadi Jalan M Sobirin Lubis.

    Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua

    Jalan SM Raja menjadi Jalan Raja Inal Siregar. Jalan Pudun menjadi Jalan Tuan Syekh Zainal Abidin. Jalan Tiang Bendera menjadi Jalan Sutan Tagor Mulia. Jalan SDN Batunadua menjadi Jalan Sutan Managor Harahap. Jalan Madrasah menjadi Jalan Sutan Pangajian. Jalan samping rumah Hendri menjadi Jalan H Salim Siregar. Jalan depan rumah Arsad menjadi Jalan H Rukun Siregar. Jalan depan rumah Bonar menjadi Jalan H Ali Hasan Harahap.

    Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara

    Jalan Raya Mandailing menjadi Jalan T Rizal Nurdin. Jalan Sinar menjadi Jalan Ruhum Siregar. Jalan Mesjid menjadi Jalan Dwikora II. Gang Imam menjadi Jalan Dwikora III. Gang Syuhada menjadi Jalan Jamalayu Lubis. Jalan Pulau Bauk menjadi Jalan Mangaraja Imbang Desa. Jalan Teratai menjadi Jalan ST Halomoan. Jalan Melati menjadi Jalan Kari Dahlan. Jalan Mawar menjadi Jalan Syech Abu Bakar. Jalan Dahlia menjadi Jalan Drh Mangaraja Enda Mora. Jalan Pesantren Al Anshor menjadi Jalan Al Anshor. Jalan Huta Padang menjadi Jalan Abror. Jalan Labuhan Labo menjadi Jalan Mayor Bejo.

    Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru

    Jalan Hutaimbaru dibagi dua, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan Ompu Sarudak menjadi Jalan Imbang Sauna. Mulai dari Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan Sutan Katautan menjadi Jalan Sutan Sinomba.
    Jalan Pokenjior dan jalan puskesmas menjadi Jalan Ompu Toga Langit Sodogoron. Jalan Simasom menjadi Jalan Sutan Sodogoron. Jalan simpang Pokenjior menjadi Jalan Ompu Sutan MAN. Jalan Hutapadang menjadi Jalan Raya Hutapadang. Jalan Singali menjadi Jalan Ompu Huta Tunjul. Jalan Raya Hutaimbaru menjadi Jalan Ompu Sarudak. Jalan Siharang-karang menjadi Jalan Ompu Raja Sori.

  2. maaf untuk saudara nandihrp… comment anda sudah kami post kan sebelumnya sebagai arsip (09 September 2009 lalu) di: https://apakabarsidimpuan.com/2009/09/jalan-di-padangsidimpuan-ganti-nama/
    bila anda berminat untuk ikut menulis di https://apakabarsidimpuan.com, silahkan anda register dan log in caranya lihat di

    salam
    admin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*