Operasi Digelar, Kejahatan Bersenjata Api Malah Meningkat

KOMPAS.com — Kejahatan berupa perampokan dengan menggunakan senjata api belakangan ini marak terjadi. Pada Senin (13/2/2012) saja terjadi aksi perampokan dengan senjata api di tiga lokasi berbeda. Ironisnya, maraknya kejahatan menggunakan senjata api ini terjadi saat Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi kepolisian “Berantas Jaya 2012”.

Operasi itu dilakukan sejak Senin hingga sepuluh hari ke depan. Efektivitas operasi keamanan yang dilakukan kepolisian pun dipertanyakan.

Terkait maraknya kejahatan dengan senjata api, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengakui fenomena ini. “Untuk perampokan bersenjata api, fenomenanya memang meningkat jelang Februari ini,” ujar Rikwanto, Selasa (14/2/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya tahun 2011, ada 78 kasus kejahatan yang menggunakan senjata api. Sementara pada Januari-Februari 2012 ini, sudah ada 13 kasus kejahatan memakai senjata api, termasuk air soft gun. Rinciannya, bulan Januari 9 kasus dan bulan Februari 4 kasus. “Dalam rangka itu, Polda Metro menggelar operasi Berantas Jaya yang sasarannya street crime dan kejahatan-kejahatan yang meresahkan termasuk kejahatan pakai senjata api dan senjata tajam,” tutur Rikwanto.

Namun, meski digelar operasi kepolisian, Rikwanto menyadari adanya peningkatan kualitas kejahatan dengan maraknya pemakaian senjata api. “Kalau matematika, ada operasi maka kasus turun. Tapi ada juga yang tetap, ada juga yang meningkat. Makanya, kami buat evaluasi apakah operasi ini efektif atau tidak, dalam rangka menyeimbangi atau bahkan meniadakan kejahatan-kejahatan dengan senjata api,” paparnya.

Baca Juga :  Pemerintah Tak Paham Reformasi Militer

Menurut Rikwanto, jenis senjata api yang digunakan para pelaku kejahatan sebagian besar ilegal. Pihaknya belum menemukan adanya kasus kejahatan memakai senjata api baik peluru karet maupun hampa yang melalui jalur resmi. “Senjata api untuk kejahatan adalah senjata ilegal yang peredarannya belum kami ungkap,” paparnya.

Maraknya penggunaan senjata api semakin dirasakan masyarakat belakangan ini. Dalam semalam, sudah ada tiga kasus perampokan dengan menggunakan senjata api. Pertama, perampokan dengan senjata api terjadi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Selatan di Pancoran, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/2/2012) sekitar pukul 01.30. Enam orang perampok mengancam tiga satpam dengan senjata api. Perampok lalu membekap mulut dan menutup mata para satpam dengan plakban hitam. Kemudian, mereka mengikat kaki tangan satpam dengan tali rafia. Setelah ketiga satpam dilumpuhkan di pos jaga, perampok kemudian menguras isi brankas kantor pajak yang berisi uang senilai Rp 29 juta. Rampok juga merampas uang tunai senilai Rp 750.000 milik salah satu satpam.

Kedua, perampokan menggunakan senjata api terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Raya Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur, pada Senin (13/2/2012) pukul 03.30 WIB. Uang senilai Rp 200 juta berhasil dibawa kabur pelaku serta seorang karyawan SPBU ditembak dan dipukul. Dua orang pelaku, yakni J dan Bripka R, kabur membawa sepeda motor salah seorang pengunjung dan meninggalkan sepeda motor yang dipakai sebelumnya.

Baca Juga :  Budi Gunawan dicalonkan kaBIN, ini isi surat Jokowi ke pimpinan DPR

Ketiga, perampokan dengan senjata api juga terjadi di Jalan KS Tubun, depan sebuah pabrik kopi, di Pasar Baru, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Senin (13/2/2012) sekitar pukul 03.30. Enam orang perampok yang menggunakan tiga motor memepet motor yang dikendarai Ferdi Dwi Rinaldi (21). Setelah memepet motor Ferdi, para pelaku ini lalu menodongkan samurai dan pistol. Ferdi yang ketakutan kemudian mundur dan lari menjauh. Ferdi pun kehilangan motor Yamaha Vixion warna merah dengan nomor polisi B 3242 NOS. Motor itu dibeli korban tahun lalu seharga Rp 22 juta.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*