Operasi Zebra Toba Polres Madina – 211 Pengendara Ditilang, 237 Ditegur

Polisi menggelar Operasi Zebra Toba di Jalinsum Dalan Lidang, Panyabungan, Senin (8/12). (Ridwan Lubis/Metro Tabagsel)

MADINA – Operasi Zebra Toba Polres Madina tahun 2014 selama dua belas hari sudah mengeluarkan ý 211 surat tilang (bukti pelanggaran) dan 237 teguran kepada pengendara. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah ini berkurang.

Demikian disebutkan Kapolres Madina AKBP Bony JS Sirait SIK melalui Kasat Lantas AKP Marihot Pasaribu SH kepada Metro Tabagsel, Senin (8/12). Disebutkannya, sejak operasi Zebra Toba digelar mulai tanggal 26 November lalu, sudah ada sebanyak 211 surat tilang kendaraan yang dikeluarkan petugas, rinciannya 175 surat tilang kendaraan roda dua dan 36 surat tilang kendaraan roda empat. “Selama Operasi Zebra Toba, sudah ada 449 pelanggaran dan sudah diberikan sanksi, terdiri dari 211 surat tilang dan 237 teguran,” sebut M Pasaribu.

Namun, perwira berpangkat tiga balok di pundaknya itu mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pelanggaran lalu lintas tahun ini berkurang. Dan pelanggaran paling banyak disebutkan Marihot, para pengendara tidak memakai helm, tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), dokumen kendaraan, dan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Sementara, untuk kasus laka lantas hanya satu saja, dan korbannya tiga orang mengalami luka berat.

“Dari data hingga tanggal 7 Desember, jumlah pelanggaran dan laka lantas menurun dari tahun lalu, ini disebabkan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan pengguna kendaraan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, ini dampak dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan Sat Lantas Polres Madina di berbagai tempat, seperti di sekolah-sekolah juga pesantren, serta melalui spanduk dan brosur imbauan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Baca Juga :  Kejati Sumut Kirim Data Ke BPKP Sumut Soal Dugaan Korupsi Palas

“Kami tetap mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan sebelum menggunakannya, tentunya kita berharap masyarakat agar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” harapnya. (wan)

/METROSIANTAR.com,

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. A Leticia tem raze3o. Se a menina cotuannisse a crescer com estes ce3es, ela poderia pegar o he1bito deles. Ouve um caso na cdndia, em que e1s me3es ficavam destraeddas e o bebea que elas carregavam saiam de perto e iam para outros lugares. Algumas destas criane7as foram adotadas por uma me3es lobas. Ente3o estas criane7as adiquiriram o he1bito de lobo ( andar de quatro patas, comer carne crua .e etc) . Quando foram resgatadas, suas me3es tentaram que elas voltassem ao seu he1bito natural em vez de continuar agindo como fosse um lobo. Elas ne3o se acustumaram e morreram. Ne3o me lembro se a notedcia era assim, foi e1 alguns tempos atre1s.Patredcia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*