Ops. Lilin Toba – Polda Sumut Kerahkan 12 Ribu Personil, Termasuk Jihandak

Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno memeriksa barisan gelar pasukan Ops Lilin Toba menghadapi Natal dan Tahun Baru, di Lapangan Merdeka, Kamis (23/12).

Polda Sumut mengerahkan sebanyak 2/3 orang atau berkisar 12 ribu personil polisi pada pengamanan Natal 2010 dan Perayaan Tahun Baru 2011. Dari jumlah itu, tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) juga disiapkan jika terjadi hal tak diinginkan.

“Dari jumlah tersebut, semua personil seperti Polantas, Reserse, Intelijen, termasuk Jihandak juga disiapkan agar jika terjadi kejadian yang membutuhkan tim tersebut, kita tidak lagi panik,” kata Kapolda Irjen Pol Oegroseno usai Gelar Pasukan Ops Lilin 2010 dalam rangka Kesiapan Pengamanan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 di Sumut,” Rabu (22/12) pagi di Lapangan Merdeka, Medan dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers, Wagubsu Gatot Pudjonugroho ST, Walikota Medan Drs Rahudman Harahap dan unsur Muspida lain.

Disinggung kemungkinan teror dari gerakan separatis atau komplotan teroris yang ingin mengacaukan suasana Natal atau Tahun Baru, Kapolda menegaskan di Sumut tak ada ditemukan teroris. “Di Sumut tidak ada teroris. Yang ada di Solo dan Malaysia,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Kapolda, gelar pasukan ini bukan dalam rangka penegakan hukum melainkan pengerahan kekuatan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dilakukan secara umum, baik tempat ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata dan sebagainya.

Soal titik kerawanan Kamtibmas, Kapolda menyebutkan sampai saat ini kondisi di Sumut masih aman tapi pihak Kepolisian dan masyarakat hendaknya tetap waspada dan jangan sampai lengah, khususnya terhadap kejahatan bersenjata api (bersenpi) yang masih sesekali terjadi. “Soal kejahatan bersenpi, kami akui memang masih ada sedikit-sedikit. Tapi sejauh ini, Kamtibmas di Sumut tergolong aman. Meski demikian harus tetap waspada dan jangan sampai lengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pusat Kantongi Bukti Kecurangan CPNS di Sumut

Sementara soal lokasi rawan longsor diperkirakan di daerah Pakpak Barat dan jalur Berastagi. Tapi beberapa hari lalu telah diminta agar sebelum longsor alat berat sudah disiapkan. Sedangkan rawan macet, ditengarai di sejumlah lokasi obyek wisata misalnya Tanah Karo dan Serdang Bedagai (Sergai). Dijelaskan, sebenarnya yang perlu diantisipasi adalah komplain masyarakat sebab mereka bisa resah dan merasa tidak terlayani saat melaksanakan ibadah atau di jalan raya karena sedang atau merayakan Natal dan Tahun Baru 2011.

Lebih 32.000

Sebelumnya Kapolri Jenderal Timur Pradopo dalam sambutannya dibacakan Kapolda, disebutkan menurut data dari Kementerian Agama, gereja yang ada di seluruh Indonesia mencapai 32 ribu lebih. Dari jumlah itu, terbanyak ada di Sumut, diikuti Sulawesi Utara (Sulut), Jawa Tengah (Jateng), Kalimantan Barat (Kalbar), Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur (Jatim), Maluku dan Jawa Barat (Jabar).

Sedangkan penduduk yang paling banyak memeluk agama Nasrani paling banyak terdapat di NTT, Sumut, Papua, Sulut dan Kalbar. Aktifitas di gereja setiap daerah dan aktifitas umat Nasrani yang hendak merayakan Natal, harus diantisipasi secara optimal oleh jajaran polri dan instansi terkait lain untuk mencegah gangguan Kamtibmas.

“Berdasarkan kajian analisa intelijen, ada beberapa hal yang mendapat perhatian menjelang perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011, adanya kelompok separatis yang masih ingin menunjukkan eksistensinya, masih adanya kelompok terorisme atau mantan napi terorisme yang masih menganut ideologi tertentu dan terus melakukan aktifitas, keterbatasan sarana di lokasi pariwisata, keamanan, kelancaran aktifitas terutama di kota-kota besar, pemanasan global hingga kondisi iklim tak menentu hingga terjadi bencana alam, kejahatan konvensial termasuk penggunaan senjata api dan bahan peledak serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang hendak merayakan tahun baru, serta ekses lain seperti narkoba, minuman keras, petasan dan sebagainya.

Baca Juga :  Rakyat Berhak Bangga Atas Pemimpinnya

Dalam rangka memelihara kerawanan Kamtibmas, pihak Kepolisian telah menggelar berbagai operasi (Ops) seperti Pekat, Sikat, Antik, Peti, Jaring dan sebagainya untuk menciptakan kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polri mengerahkan 87 ribu lebih personil dan Pos Pengamanan (Pospam) di masing-masing wilayah yang didukung instansi terkait.

“Diharap seluruh petugas agar mengedepankan pencegahan dibanding penegakan hukum, kepada satuan tugas operasi agar memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat, waspada terhadap ancaman pihak tertentu yang ingin mengacaukan suasana serta meresahkan masyarakat, baik di pusat perbelanjaan, rekreasi dan sebagainya serta mengantisipasi aksi tawuran antar warga, penyelewengan bahan bakar minyak (BBM), sweeping tempat lokasi hiburan dan sebagainya. (hen) – (www.analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*