Orangtua Siswa Mengeluh – Uang Pembangunan SMAN 1 Sosa Dipertanyakan

%name Orangtua Siswa Mengeluh Uang Pembangunan SMAN 1 Sosa DipertanyakanPenetapan uang pembangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 1 Sosa Kabupaten Padang Lawas dipertanyakan. Hal ini dikarenakan timbulnya berbagai keluhan di kalangan orangtua siswa.

“Keluhan yang paling mendalam dirasakan orangtua siswa  sewaktu membayarkan uang pembangunan sekolah yang mencapai  ratusan ribu rupiah,” kata Idham Hasibuan selaku Ketua Komisi C DPRD Palas kepada BATAKPOS, Selasa (6/7).

Sesuai dengan fakta di lapangan, kata Idham, pihak SMAN 1 Sosa secara spontanitas telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap orangtua siswa yang mana penggunaan uang tersebut terkesan disalahfungsikan.

Menurut Idham, seyogianya pihak sekolah sebelum mengambil keputusan, terlebih dahulu mengadakan musyawarah dengan orangtua siswa untuk mengambil kemufakatan bersama, dan sekaligus menampung aspirasi yang timbul akibat ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan.

”Selama ini keputusan yang ditetapkan terkait dengan materi hanya mengandalkan hasil musyawarah antara pihak sekolah dengan komite sekolah, padahal hal ini sangat bertentangan dengan jajaran civitas sekolah negeri, “ ucap Idham Hasibuan yang juga mantan Ketua Komite SMAN 1 Sosa.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan, lanjut Idham, disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Palas khususnya  Dinas Pendidikan Kabupaten Palas  untuk melakukan peninjuan terhadap manajemen SMAN 1 Sosa.

Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Sosa Drs. Parluhutan Siregar sewaktu dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan bahwa uang pembangunan yang ditetapkan pihak sekolah sesuai dengan hasil kesepakatan pengurus komite sekolah, yang diperuntukkan  pembayaran perangkat komputer yang ada di Laboratorium SMAN 1 Sosa.

Baca Juga :  Tambang Emas Martabe Dukung Pengelolaan Sampah Terpadu

Selain itu, uang juga dipergunakan untuk penambahan perangkat pendukung lainnya, seperti penambahan daya listrik, instalasi, meja, kursi, AC, tirai, karpet, pintu teralii, dan internet.

Lebih lanjut, diterangkan Parluhutan, seluruh siswa dikenakan uang pembangunan dengan persentase Kelas X (1) sebesar 50 persen yakni Rp 315.000, Kelas XI (2) sebesar 30 persen yakni Rp 215.000, dan Kelas XII (3) sebesar 20 persen yakni Rp. 180.000, kemudian pelunasannya paling lambat Sabtu (10/7).

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15254/42/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

9 Komentar

  1. Parluhutan siregar ini kl tidak salah dulunya pernah menjadi kepala SMP Negeri 4 Sosa ya..
    Itu yang di Transpir Unit III-A sosa…

    Kl memang iya.. sepertinya ini orang sudah ketagihan melakukan pungli..!
    dulupun di SMP Negeri 4 Sosa sewaktu dia menjabat kepala disana punglinya luar biasa..
    namun karena SMPN 4 Sosa tersebut terletak di pedlaman sehingga hal tersebut tidak terlalu tersebat keluar.. dan pada waktu itu harga sawit memang sedang melambung tinggi sehingga para orang tua murid tidak banyak yang mengeluh tentang tingginya biaya bersekolah di SMPN Negeri 4 Sosa yang sewaktu itu dipimpin oleh parluhutan siregar ini..!

  2. SMA N 1 SOSA….ADALAH SMA YANG INGIN MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN MANAJEMEN YANG TRANSPARAN….KALAU KURANG JELAS SILAHKAN MENGHUBUNGI PUSAT INFORMASI SMA N 1 SOSA…..JGN CUMAN NGOMONG DIBELAKANG LAYAR….KAMI SIAP MELAYANI KELUHAN ANDA SEMUA….

  3. maju terus sma n 1 sosa….pantang mundur…..seluruh dewan guru dan civitas akademika sma n 1 sosa mendukung kebijakan yang programkan dinas pendidikan padang lawas dan bupati…..habis gelap terbitlah terang….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*