Orgtua Murid Resah Maraknya Peredaran Narkoba Di Tabagsel

Banyaknya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang menimpa siswa sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama, dan sekolah menengah umum dikota padangsidimpuan membuat para orangtua murid resah. Dalam kaitan itu, mereka berharap agar ada komunikasi yang lebih baik antara guru dan murid khususnya soal perilaku anak. Para orangtua juga meminta aparat kepolisian menangkap para bandar dan pengedar sehingga narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) tidak merusak masyarakat.

Sejumlah orangtua murid yang ditemui di sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di kota padangsidimpuan dan tapsel mengaku resah karena berita mengenai penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti. “Kenyataan itu tentu meresahkan karena siapa tahu itu akan menimpa anak-anak kami juga,” kata pangihutan lubis orangtua dari amanda yang bersekolah di smp 11 gang air bersih sitamiang baru, kota padangsidimpuan

Kekhawatiran orangtua murid itu wajar jika melihat data jumlah pemakai narkoba yang terus meningkat terutama dikota padangsidimpuan. Menurut Ketua KETUA POSPERA TAPSEL dan aktivis anti narkoba kota padangsidimpuan ,Sabar.M.Sitompul,seharusnya polisi ,hakim dan jaksa bergandengan tangan, untuk menghukum pengedar,dan pemakai narkoba di kota padangsidimpuan/tapanuli selatan,agar ada efek jera ,bila ada oknum penegak hukum yg terlibat harus di hukum mati,selesai itu orang cetus SABAR …

Pernyataan itu diperkuat oleh DIREKTUR JAMM.Hendrawan Hasibuan. Ia mengatakan, penyalahgunaan narkoba oleh pelajar atau anak usia sekolah memang tinggi. “Berdasarkan pemantauan kami, kasus bukan cenderung tinggi, tetapi sudah tinggi. Sudah tingginya itu sejak tahun 2001,” kata hendra.

Baca Juga :  Listrik Masuk Desa Warga Hutatonga-Turunan Terima Kasih kepada Ongku

Menurut data yang diperoleh sejumlah pengguna narkoba adalah murid-murid smp _SMA. Dalam lima bulan terakhir, antara Januari sampai Mei 2015

Beberapa pelajar yang ditemui mengatakan, pengetahuan mengenai narkoba mereka dapatkan sejak SD dari berbagai penyuluhan, baik oleh polisi maupun guru. Dari informasi tersebut, anak-anak kemudian menghindarinya karena hal itu sangat berbahaya. Namun, banyak pula yang justru penasaran dan ingin mencoba, kami sudah mendapat penyuluhan tentang narkoba yang disampaikan polisi,” kata nanang, panggilan akrab pelajar yang tinggal di daerah sitamiangbaru PSP Selatan, itu. Ada pula penyuluhan yang dilakukan oleh organisasi antinarkoba.

Salah satu isi penyuluhan tersebut, lanjutnya, adalah memerangi narkoba dengan berpura-pura tidak tahu. “Kalau ada orang yang memberi, terima saja. Tetapi, nanti barangnya diserahkan ke polisi atau dibuang setelah tidak terlihat orang yang memberi,” ucap nanang menirukan ucapan si penyuluhan

Sejumlah orangtua mengaku akan lebih ketat memantau perkembangan anak-anaknya, khususnya yang mulai beranjak remaja. “Untuk mengisi waktu luang setelah sekolah dan bermain, kami undang guru privat bahasa Inggris. Di sore hari, kami juga mengundang guru mengaji. Saya sendiri sering menelepon guru dan berkonsultasi,” kata jose tambunan, orangtua murid.


POSPERA-TAPSEL

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Langgar Kode Etik, 2 Polisi Polres Padangsidimpuan Dipecat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*