Ormas Islam Desak Pondok Mesum di Sidimpuan Tutup

[iklan size=’gambar’]Padangsidimpuan, (Analisa). Sejumlah Ormas Islam mendesak Pemko Padangsidimpuan menutup kafe atau pondok mesum yang menjamur di kawasan Jalan By Pass dan sekitarnya.

“Kafe atau pondok-pondok maksiat itu sudah sangat meresahkan sehingga harus segera ditutup,” ujar Sekretaris PD Muhammadiyah Kota P.Sidimpuan, Syawaluddin Hasibuan kepada Analisa di Kota P. Sidimpuan, Rabu (7/5).

Menurutnya, maraknya keberadaan pondok atau kafé maksiat itu mengancam masa depan generasi muda kota ini.

“Moral generasi muda kota ini rusak karena keberadaan kafe atau pondok-pondok maksiat itu. Bayangkan saja, tidak sedikit muda mudi kota ini menjadikan pondok-pondok bambu itu sebagai tempat mengumbar syahwat. Jika tidak segera ditertibkan, maka akan semakin banyak generasi muda kota ini yang rusak,” terangnya.

Hal senada dikatakan, mantan Ketua PMII yang juga kader muda NU Kota P. Sidimpuan Ibrahim Nasution. “Walikota P. Sidimpuan dan jajarannya harus lebih serius menertibkan kafe atau pondok-pondok maksiat itu. Jangan tanggung-tanggung seperti selama ini,” tegasnya.

Ibrahim juga menyesalkan sikap MUI yang terkesan hanya mampu berkoar-koar dimajelis-majelis taklim atau perwiritan tanpa tindakan nyata.

“Harusnya MUI action langsung, jangan hanya pandai ceramah, bisa saja dengan menekan pemerintah atau menghimpun ummat agar bersama-sama turun membongkar kafe atau pondok-pondok maksiat itu, “cetusnya.

Tindak

Di sisi lain, Ibrahim juga meminta agar para pemilik atau pengelola kafe dan pondok-pondok maksiat itu diberi tindakan tegas berupa pencabutan izin usaha.

Baca Juga :  Tiga Pelajar Janji Matogu - Wakili Tapsel di Kejuaraan Tingkat Provinsi

“Razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kota P. Sidimpuan bersama Polres Kota P.Sidimpuan selama ini lebih mengarah pada penindakan terhadap pengunjungnya saja, sedangkan pemilik atau pengelolanya tidak ditindak, makanya kafe atau pondok-pondok terus berdiri,” terangnya.

Ibrahim meminta agar, Pemko dan MUI jangan main-main terhadap sindrom maksiat yang sedang melanda kota P. Sidimpuan. “Ingat, sebagai kepala daerah dan ulama, anda bukan hanya bertanggung jawab kepada umat namun juga Allah swt,” ujarnya. (hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*