Osama Mati, Marak Teori Konspirasi

Pemberitaan tentang kematian Osama bin Laden di media-media Inggris. Foto :Guardian/EPA

KEPUTUSAN Gedung Putih untuk tidak merilis foto mayat Osama bin Laden ataupun merinci bagaimana pria di balik serangan 9/11 itu “dihabisi” pasukan elit AS, Navy SEAL, semakin melambungkan teori konspirasi seputar kematian pria makmur berjanggut subur itu. Beragam teori konspirasi pun disodorkan dan bertaburan di berbagai laman internet.

Harian The Guardian di Inggris merangkum sejumlah pendapat yang menguatkan teori konspirasi seputar “kematian” Osama itu. Misalnya Javad Jahangirzadeh, anggota Komite Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Iran, yang menyebut bahwa Osama tak lebih dari agen AS yang dibunuh untuk mencegah agar publik tak lebih banyak tahu tentangnya.

“Barat senang dengan operasi Osama dalam beberapa tahun terakhir,” ucap Javad. “Sekarang, Barat terpaksa membunuhnya untuk mencegah kemungkinan bocornya informasi yang dimilikinya (Osama). Informasi lebih berharga daripada emas,” sambungnya.

Ada juga teori bahwa Osama sebenarnya telah mati beberapa tahun silam. Dalam sebuah talkshow radio di AS yang dipandu Alex Jones, diungkapkan bahwa mayat Osama telah disimpan oleh pemerintah AS untuk dijadikan alat propaganda yang potensial.

Alex Jones mengaku mendapat cerita dari sumber di Gedung Putih pada 2002, yang menyebut mayat Osama sudah benar-benar dibekukan. “Dan akan dimunculkan pada satu hari di masa mendatang,” ucap pemandu acara radio yang mengupas soal peperangan itu.

Sumber teori konspirasi lain juga dimunculkan harian berbahasa Urdu, Ausaf. Berdasar sumber Ausaf, AS justru berniat menyerang Pakistan. Sedangkan memburu Osama hanya alasan saja.

“Osama telah dibunuh di satu tempat lain,” ujar sumber dari mantan militer yang dikutip Ausaf. “Tapi sejak AS berniat memperluas serangan dari Afghanistan ke Pakistan, dan menuduh Pakistan (menyembunyikan Osama), serta mengantongi izin agar militer (AS) bisa masuk Pakistan, di situlah skenario (pembunuhan Osama) dirancang.”

Baca Juga :  Anas Urbaningrum Menang - Anas Peroleh 280 Suara, Marzuki 248

Ada pula teori konspirasi yang menyebut orang kedua di Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, membiarkan AS mendeteksi Osama. Tujuannya, agar Osama tumbang dan kontrol atas Al Qaeda berpindah ke kelompok Mesir.

“Kelompok Mesir sudah ingin bisa mengontrol Al Qaeda sejak awal,” kata sumber yang dikutip harian Saudi Arabia, al-Watan. Namun kesempatan terbaik mereka adalah setelah Osama sakit pada pertengahan 2004. “Saat itu pula Zawahiri dan pimpinan Al Qaeda lainnya, bisa meyakinkan Osama agar mau berpindah ke Abbottabad,” tulis al-Wattan.

Sedangkan teori konspirasi lain menyebut Al Qaeda sudah memiliki bom nuklir. Osama sudah tahu perihal lokasi penyimpanan itu. Dan untuk menghindari kebocoran lokasi penyimpanan bom nuklir yang jadi rahasia Al Qaeda, maka dibunuhlah Osama. “Dan Barack Obama ingin menjaga soal ini dari pengetahuan publik,” tulis kolumnis sayap kanan, Glenn Beck.

Masih dari Glen Beck, disodorkan pula teori bahwa Osama masih hidup dan ditahan di lokasi yang dirahasiakan. Sedangkan otoritas AS terus mencecar Osama tentang lokasi penyimpanan senjata nuklir Al Qaeda.

Teori konspirasi menarik juga disodorkan Professor Anthony Glees dari University of Buckingham. Menurutnya, Inggris sudah tahu rencana penyergapan atas Osama. Karenanya, pasangan Pangeran William-Kate Middleton pun terpaksa menunda bulan madunya. “Jelas itu,” ulasnya.

Whatreallyhappened.com menyodorkan teori konspirasi bahwa Osama sudah meninggal pada 2001. Pria kelahiran Jeddah itu meninggal akibat komplikasi paru-paru yang memburuk, hepatitis c, diabetes, tekanan darah rendah dan terluka di kakinya.

Baca Juga :  Aliansi Tokoh Masyarakat Adat Dan Ulama Mandailing Natal Laporkan Bupati Madina H.M Hidayat Batubara ke KPK

Sedangkan Fox News menyodorkan teori bahwa kematian Osama tak lebih dari sekedar upaya mendongkrak popularitas Obama yang meredup di dalam negeri. “Obama menemukan kematian Osama untuk menggenjot kampanye pencalonannya lagi pada pemilihan tahun depan,” kata presenter Andrew Napolitano dari Fox News melalui Media Matters for America.

Sementara Live Science menyebut timing pengumuman Osama itu sebagai tangkisan atas pertanyaan lancang Donald Trump yang meragukan akta kelahiran Obama.

Yang tak kalah menarik adalah tori konspirasi yang disodorkan Mystery of the Iniquity. Osama, punya kesamaan dengan Adolf Hitler yakni pengunguman kematiannya dilakukan pada 1 Mei. Karenanya, Osama diyakini sengaja dikorbankan oleh perkumpulan rahasia, Illuminati. “Ini menunjukkan mereka dikorbankan oleh Illuminati untuk menandai perintah rahasia tentang hari libur tersuci kedua. (Sumber: jpnn.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*