OTP Geothermal Hengkang dari Madina Harga Mati – Warga 5 Kecamatan Blokir Jalinsum

Masyarakat lima kecamatan memblokade jalinsum sebagai bentuk protes agar PT SMGP atau OTP Geothermal Hengkang dari Madina. (Ridwan)

MADINA – Ratusan masyarakat lereng gunung Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali protes. Mereka memblokade Jalan Lintas Sumatera di Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Selasa (11/11).

Mereka mendesak Pemerintah Pusat dan Pemkab Madina segera mencabut IUP pertambangan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) atau OTP Geothermal. Lima kecamatan itu; Panyabungan Selatan, Lembah Sorik Merapi, Puncak Sorik Merapi, Tambangan dan Panyabungan Barat.

Pantauan Metro Tabagsel, aksi blokade jalan ini berlangsung selama tiga jam, dengan pengawalan polisi. Blokade jalan kembali dibuka setelah beberapa anggota dewan dari Komisi III menemui masyarakat di lokasi. Setelah satu jam bernegosiasi dengan anggota dewan komisi III, masyarakat membuka blokade jalan, karena Komisi III berkomitmen akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat agar OTP Geothermal hengkang dari Madina.

Informasi dihimpun, masyarakat lima kecamatan itu memblokade jalan setelah perwakilan mereka pulang dari pertemuan yang digelar di aula Mapolres Madina pada Selasa pagi. Belasan perwakilan masyarakat yang mengikuti rapat di Mapolres itu mengaku kecewa karena tidak sesuai dengan undangan. Sebab, setahu merek?a pertemuan itu adalah untuk mencarikan cara penyelesaian atas tuntutan masyarakat. Namun, setelah tiba di Polres Madina, ternyata pihak OTP Geothermal juga ikut dalam pertemuan itu.

“Kami tidak terima jika pihak perusahaan OTP Geothermal ikut dalam rapat itu, karena kami bukan ingin dimediasi dengan pihak perusahaan. Kami mau memenuhi undangan dari Polres dengan harapan supaya ada titik temu atas tuntutan kami. Kami ingin OTP Geothermal hengkang dari Madina, dan itu harga mati,” ujar koordinator Forum Masyarakat Soriek Marapie, Herman Nasution.

Baca Juga :  Listrik padam sampai 11 jam, Sipirok bagaikan kota mati

Dan menurut Herman didampingi tokoh pemuda Tan Husein dan koordinator massa Tan Gozali, aksi blokade jalan selama kurang lebih? tiga jam itu sebenarnya hanya bentuk rasa senang masyarakat ketika mengetahui wakil rakyat mereka datang ke lokasi.

“Sebenarnya tadi bukan demo atau blokade jalan, cuma karena anggota dewan datang langsung ke lokasi, masyarakat yang tahu langsung ramai berdatangan, saat itu masyarakat menunggu hasil pertemuan yang di Polres di salah satu warung di Desa Purba Lamo, dan setelah mengetahui anggota dewan datang, semua masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan langsung datang, dan memenuhi badan jalan, namanya masyarakat banyak begitulah adanya, terpaksa jalan macet,” terang Herman dan Tan Husein.

Masyarakat juga sudah banyak dirugikan setelah OTP Geothermal melakukan kegiatan eksplorasinya, salah satunya adalah jalan lintas penghubung Desa Tano Bato ke Desa Pasar Maga, sebelumnya jalan ini dimanfaatkan masyarakat sebagai jalan lintas, ironisnya Pemkab Madina meminjampakaikan jalan tersebut ke perusahaan OTP Geothermal, sehingga masyarakat tidak bisa lagi memanfaatkan jalan itu.

Di lokasi, anggota Komisi III DPRD Madina Abdur Rahim Nasution ?mengatakan, kedatangan mereka untuk menemui masyarakat mencari solusi atas tuntutan warga lima Kecamatan itu.

Menurut Rahim, aksi penolakan yang dilakukan masyarakat merupakan wujud kekecewaan masyarakat kepada perusahaan selama ini, masyarakat menilai Perusahaan tambang panas bumi itu tidak melaksanakan sosialisasi yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak bisa menerima investasi melalui OTP Geothermal.

Baca Juga :  Susno & Gayus di Antara Bos Mafioso

“Seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi tahapan pekerjaan dengan rutin sehingga masyarakat paham betul apa saja kegiatan perusahaan tersebut, dan kita sendiri tidak tahu seperti apa kegiatan perusahaan OTP Geothermal, yang terpikir sama kita adalah bahaya yang ditimbulkannya nanti, jika seperti itu siapa yang bertanggungjawab?” sebut Rahim.

Rahim juga menjelaskan, mereka dari Komisi III telah mengadakan silaturahmi dengan masyarakat, hasilnya dalam waktu dekat Komisi III akan mengadakan rapat kerja atas permasalahan OTP Geothermal. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*