PAD KABUPATEN TAPSEL BOBOL: PT. OPM/ANJ AGRI NUNGGAK 14 M RETRIBUSI GALIAN-C

67430849be1a057fdc8f0dc1fb49f7389b36d9e PAD KABUPATEN TAPSEL BOBOL: PT. OPM/ANJ AGRI NUNGGAK 14 M RETRIBUSI GALIAN C
Lokasi penambangan Galian-C ANJ Agri di tepi Hutan Lindung Register-34 Siondop Selatan dekat Dua Talaga.

Padangsidimpuan, AKS, Kasus-kasus perkebunan Sawit PT. Ondop Perkasa Makmur (OPM) alias Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Agri semakin terungkap. Belakangan ini ketahuan ANJ Agri selama bertahun-tahun mengelakkan kewajiban setoran retribusi Galian-C ke Pemkab Tapsel.

Kasusnya mulai terungkap ketika beberapa petinggi Pemkab Tapsel yang konon terjepit defisit APBD, berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggali sumber-sumber yang belum optimal. Salah satu obyek peningkatan PAD yang disasar pemakaian bahan baku Galian-C oleh perusahaan perkebunan Sawit PT. OPM / ANJ Agri yang mengaku punya HGU 8.000 Ha namun meluas alih fungsikan sekitar 3.000 Ha kawasan Hutan Negara sekitar  areal HGU menjadi kebun Sawit, ditaksir total perkebunan Sawit di lokasi ANJ Agri mencapai 12.000 Ha.

Seorang petinggi Pemkab Tapsel dalam cerita santai nya bersama LSM ALARM menegaskan cara termudah menggali dan peningkatkan PAD adalah retribusi Galian-C, yang di Kab.Tapsel nilainya Rp.5000/M3. Petinggi Pemkab Tapsel lainnya menyebutkan bahwa Pemkab Tapsel telah 2 X kirim Surat Tagihan Pembayaran Retribusi Galian-C kepada management PT. OPM/ANJ Agri sebesar Rp.14 Milyar lebih.

Menurut petinggi Pemkab Tapsel tersebut, dasar acuan perhitungan angka maka sampai pada nilai tagihan Rp. 14 M berasal dari perkalian panjang seluruh jaringan jalan di seluruh blok Sawit yang hampir mencapai 400 Km dikali lebar jalan  antara 6-8 meter dikalikan ketebalan timbunan Galian-C rata-rata 1 M3 / 1 M2 permukaan badan jalanterakhir dikali nilai retribusi Rp. 5.000/M3, dicapai angka Rp 16 M lebih.

Baca Juga :  Kemegahan Candi Portibi Semakin Hilang

Sumber ALARM menjelaskan,pencapaian target retribusi  Galian-C selama 5 tahun dari ANJ Agri yang BP2KAD d/h Dispenda dapat cuma Rp. 2 M bukan kebanggan tapi kebodohan”, ketus petinggi Pemkab tsb.

Gudang Kasus

Menurut sumber di Pemkab Tapsel, sempat terjadi tunggakan tagihan setoran retribusi Galian-C ke BP2KAD serta rendahnya hitungan volume Galian-C yang dipakai ANJ Agri akibat kedekatan mantan Bupati Ongku Hasibuan dengan manegement ANJ Agri yang terkenal dengan julukan gudang kasus. Sehingga banyak kasus-kasus yang dilakukan ANJ Agri seperti penebangan liar tanpa IPK di areal seluas 3.300 Ha, merampas ratusan lahan garapan warga Dusun Binasari, menadah puluhan ribu M3 kayu illegal tanpa Laporan Hasil Penebangan (LHP), tiada dokumen angkut SKSKB bahkan menggelapkan setoran DR dan PSDH ke rekening Kementrian Kehutanan macet proses hukumnya di Polres Tapsel dan Polda Sumut.

Dalam penutup keterangannya, petinggi Pemkab Tapsel tsb menegaskan jika sampai 3 X surat tagihan tak dipatuhi ANJ Agri, tindakan polisional penegakan Perda Tapsel akan dilaksanakan. Tim gabungan Pemkab akan menyetop dan menutup operasional  4 lokasi penambangan Galian-C ANJ Agri, mulai dari Dusun Janji Matogu ke Paraupan, Sibara-bara dan Dua Talaga.

Sayangnya pihak management ANJ Agri seolah melakukan gerakan tutup-mulut. Baik Direktur Utama Kho Beng Hok tak bisa dihubungi, Dir Relasi Publik Hariwitono serta Humas Alfan Tanjung membungkan. Telpon tak diangkat dan konfirmasi via sms juga tak dijawab. Sementara di sekitar pinggir lokasi perkebunan ANJ Agri, puluhan alat berat mulai dari excavator, Skoppel dan Dumptruck setiap masih terus menggali, mengangkut ribuan M3 Galian-C. Malah lokasi penambangan Galian-C di Dua Talaga sudah masuk ke batas Kawasan Hutan Lindung Register 34 Siondop Selatan. (ArMorniff)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  MU Inginkan Sneijder, Moratti Menolak

1 Komentar

  1. Rp. 14 m itu angka yang sudah pasti atau masih bisa turun atau naik???? Rp. 14 M kalau dibagi setiap kecamatan yah.. lumayan juga sih he.eha.a..a

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*