Padang Lawas Institute : Bupati Harus Segera Copot Kaban Bappeda Palas

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Palas Yenni Nurlina Siregar, SP

SIBUHUAN, Direktur Eksekutif Padang Lawas Institute (Palis) Saharuddin Sahala Hasibuan, SH meminta kepada Bupati Padang Lawas harus segera mengevaluasi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Padang Lawas (Palas) Yenni Nurlina Siregar, SP

Pasalnya, Palis menilai Program Bappeda Palas tidak jelas dan tidak terarah, serta diduga Korup. Dari analisis Laporan Realisasi Penjabaran dalam Pelaksanaan APBD T.A. 2013, diduga beberapa item kegiatan tidak mempunyai hasil akhir. “Kita melihat program-program Bappeda tidak terarah dan tidak jelas. Banyak perencanaan yang dibuat hanya sebatas copy paste. Kalau dipertahankan, akan membawa citra buruk kepada Bupati kedepannya” ujar Sahala

Sahala memaparkan, Pada uraian Pembaharuan Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah (RPJIM) Daerah Kabupaten Padang Lawas, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.14 sebesar Rp 264.724.500,00 diduga fiktif, karena belum pernah diseminarkan atau dipublikasikan.

Tambahnya, dalam Rincian Realisasi APBD Palas, pada Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24 diuraikan Penyusunan Detailed Engineering Design (DED) atau Dokumen Desain Gedung Pemadam Kebakaran, kode rekening 1.06.1.06.01.01.24.08 sebesar Rp 224.305.000,00 diduga fiktif karena tidak ada miniatur pekerjaan.

Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi, kode rekening 1.06.1.06.01.01.22 diuraikan Penyusunan Masterplan Penanggulangan Kemiskinan, dengan kode rekening 1.06.1.06.01.01.22.06 sebesar Rp 329.248.810,00. Hal ini juga diduga fiktif, karena tanpa hasil akhir yang terpublikasi serta tidak memiliki sasaran strategis yang jelas.

Baca Juga :  Jambore Paluta Dibuka

“Sampai hari ini, pembagunan infrastruktur masih sangat jauh tertinggal sebagai daerah otonom baru. Bahkan dengan bervisikan Padang Lawas Bercahaya, sangatlah sulit tercapai jika Bupati Palas masih mempertahankan Kaban Bappeda saat ini,” kesal Sahala

Sayangnya, beberapa kali MANDIRI mencoba untuk konfirmasi kepada Kaban Bappeda Palas, selalu saja diarahkan kepada anggota dan staf Bappeda. Padahal, sebagian yang hendak ditanya tidak dapat dijelaskan seorang kepala seksi atau kasubbag. Namun, mereka selalu berdalih mengatakan bahwa apa yang dikerjakan Bappeda sudah maksimal.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*