Padang Lawas Pedro Dollarnya Sumatera Utara

Simpang Empat Pasar Sibuhuan – Ibukota Padanglawas

PADANG LAWAS? | Kabupaten Padang Lawas (Palas) memang belum terkenal seperti Kabupaten lainnya di Indonesia, karena Padang lawas baru terbentuk pada tahun 2007 silam yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten induk Tapanuli Selatan. Padang Lawas menjadi daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang RI No 38 Tahun 2007, ber ibukota di Sibuhuan, terletak di Provinsi Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau di sisi timur dan Provinsi Sumatera Barat disisi Selatan yang hanya dibatasi oleh bukit barisan.

Palas Terdiri dari 12 kecamatan yakni Kecamatan Barumun, Ulu Barumun, Lubuk Barumun, Sosopan, Barumun Tengah, Huristak, Sosa, Batang Lubu Sutam, Hutaraja Tinggi, Aek Nabara Barumun, Sihapas Barumun dan Barumun Selatan.

Bumi Padang Lawas di anugerahi dengan Kekayaan Alam yang sangat luar biasa, Sehingga daerah ini banyak yang menyebut sebagai kota Pedro Dollarnya Sumatera Utara. terbukti dari salah satu penyumbang terbesar PAD Sumut.

Dengan berkat dari potensi sumber daya alam tersebut mengantarkan masyarakat Padang lawas menjadi masyarakat Sejahtera dan Makmur. Salah satunya, terlihat dari Kehidupan warganya yang mewah, dilihat dari sisi Perekonomian dengan rata-rata warga daerah ini mempunyai kendraan roda empat dan dua, mulai dari mobil biasa hingga mobil mewah bermerk wrangler, Mercedez Benz, hummer dan BMW. warga Palas juga setiap tahunnya mengirimkan jamaah haji terbanyak di Sumatera Utara, dan mengirimkan ratusan jama`ah umrah ke Tanah Suci tiap bulannya.

Sektor Perkebunan dan Pertanian :

Perkebunan dan pertanian adalah sumber daya alam unggulan di Padang lawas, hal ini terlihat dari beberapa Kecamatan yang ada, memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 250.000 hektare dan perkebunan karet membentang terhampar hampir diseluruh kabupaten padang lawas sehingga dearah ini memberi konstribusi bagi kemajuan ekonomi warga sekitar maupun warga perantauan.

Produksi Kelapa Sawit menghasilkan puluhan ribu ton perminggunya, Selain kelapa sawit dan karet, padang lawas juga memiliki tanah pertanian  atau persawahan luas yang terletak di kecamatan ulu barumun, lubuk barumun, dan kecamatan sosopan serta Batang Lubu Sutam. selain itu Padang Lawas juga menghasilkan kulit manis dan nilam dengan produksi lebih 15 ton per minggu, khusus kulit manis dan nilam terdapat di kecamatan Sosopan.

Baca Juga :  SMAN 1 Angkola Selatan Diterjang Longsor

Sektor Pertambangan :

Selain dari Perkebunan dan Pertanian, Perut Kabupaten Padang lawas juga mengandung kekayaan alam berupa minyak bumi yang terdapat di kec.Barumun Tengah yakni di blok tonga yang telah di eksplotasi sebanyak 350 barel perharinya, menurut beberapa sumber blok tonga mempunyai tiga sumur dan telah di kelola oleh PT MOSESA dengan kemampuan 1.500 barel perhari tetapi saat ini baru sekitar 350 barel yang bisa di hasilkan.

Selain minyak bumi, Padang Lawas memiliki Potensi alam yang kaya di sektor pertambangan seperti batu bara terdapat kecamatan sosopan dan Batang Lubu Sutam dan timah hitam terdapat di Kecamatan Sosa, Kecamatan sosopan, dan Kecamatan Ulu Barumun. Namun sayang, sektor pertambangan ini belum di manfaatkan oleh Pemda Palas.

Objek Wisata :

Kekayaan lain yang dimiliki Padang Lawas adalah di sektor pariwisata daerah ini memililki beberapa tempat wisata seperti Pemandian Air Panas dengan latar pemandangan cagar alam yang masih perawan, pemandian air panas tersebut terletak di Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun. Namun sayang, belum di kelola secara maksimal oleh Pemda Palas, selain pemandian air panas juga ada obyek wisata yang baru ditemukan yaitu Danau yang terletak di Kecamatan Sosa, kemudian wisata pemandian alam yaitu sungai Siraisan nan jernih dan sejuk terletak di Desa Siraisan Kecamatan Ulu Barumun, pemandangan pinggiran sungai yang terletak di jalan lintas Sibuhuan -Padang Sidempuan dan berada dikaki bukit barisan.

Selain obyek obyek wisata diatas, masih banyak obyek wisata yang terdapat di Padang lawas seperti dua batu mengapit sungai terletak di Kecamatan Lubuk Barumun, Tetapi semua obyek wisata tersebut belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah.

Selain objek wisata alam Kabupaten Padang Lawas juga mempunyai objek wisata sejarah seperti Candi Tandihat terletak di Desa Tandihat, Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara. Candi Tandihat terdiri dari tiga kompleks percandian yaitu kompleks I, II, dan III

Candi Tandihat I merupakan kompleks pecandian yang terdiri dari sebuah bangunan induk dan 5 candi perwara. Sungai Barumun mengalir di sebelah barat candi ini.

Baca Juga :  United Siapkan Dana untuk Ashley Young

Candi Tandihat II  setidaknya terdiri dari dua bangunan. Satu merupakan bangunan induk dan sebuah  gundukan lebih kecil kemungkinan merupakan candi perwara. Komponen bangunan yang ditemukan di Candi Tandihat II antara lain adalah makara, dan tiga buah arca perunggu yang saat ini tersimpan di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.

Candi Tandihat III terletak di Desa Gunung Manaon Kecamatan Barumun Tengah. Candi tersebut disebut juga dengan Candi Longung. Bangunan candi ini terletak di meander Sungai Barumun, sehingga rawan akan erosi. Kondisinya saat ini tertimbun tanah, setidaknya di lokasi tersebut terdapat dua bangunan candi, yaitu candi induk dan perwara. Komponen bangunan di candi Tandihat III antara lain adalah sebuah stamba berukuran cukup besa.

Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Padanglawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI, Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

8 Komentar

  1. Maaf, mau koreksi. Seharusnya “Petrodollar”, bukan “Pedro”.
    Petrodollar sendiri adalah negara/wilayah yang kaya dari hasil minyaknya (petroleum).

  2. sebenarnya tidak semuanya salah dipemerintahhan, tapi mungkin SDA yg belum mencukupi untuk membantu n memantau pemerintah mengelola segala sumberdaya yg dapat mensejahtrakan kehidupan rakyat

  3. Kondisi Alam kita memang segalanya mendukung , tapi satu hal yg menjadi perhatian plg serius para peminpin adalah Kondisi Jalan sangat buruk khususnya Jalan akses antar Propinsi ,cba lihat sendiri gmn kondisi jalan2 di palas baik itu jalan akses kecamatan apalagi antar desa2 sungguh sangat menyedihkan, sy sbg warga asli Palas sangat malu disaat saya berjalan ke perbatasan Riau,,, kita sebenarnya srg di cemoh oleh saudara2 kita apalagi sampai mengatakan “Pejabat2 Palas tdk bs kerja utk rakyatnya bisa nya cm Korupsi,, lihat sj gubernurnya cm bisa korupsi dan matanya gak pernah melihat gmn kondisi jalan diperbatasan Sumut..apa yg saudara rasakan sbg msyarakat Palas- Sumut !! apa yg anda lihat dsana??

  4. Memang betul kab.padang lawas “PEDRO DALLARnya SUMUT” yang kaya akan SDA dan hasil buminya tapi Masyarakat belum sepenuhnya merasakan hasilnya (sejahtera,aman,tentram dan makmur). Semoga pemda kab.padang lawas dapat mengelolanya dengan baik demi menuju masyarakat yg sejahtera, aman, tentram dan makmur.

  5. semoga pemerintah padang lawas menuju ke arah yang lebih baik, sesuai dengan yang di harapkan oleh masyarakat.

  6. Betul,padang lawas memeng dolarnya sumatra utara,karna memiliki perkebunan yg luas dan persawahan yg luas,dan juga mempunyai PT terbanyak.seperti contohnya di kecamatan tempat tinggal saya yaitu hutaraja tinggi yang mempunyai 5 buah pabrik kelapa sawit.itu membuktikan bahwa perkebunan kelepa sawit di daerah saya sangat luas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*