Padang Sidimpuan Terima Penghargaan Kesehatan

Sabtu, 14 November 2009 08:52 – waspadamedan.com

JAKARTA (Waspada): Kota Padang Sidimpuan, Sumatera Utara menjadi satu di antara 20 kabupaten/kota penerima penghargaan Swasti Shaba Padapa. Penghargaan bidang kesehatan itu diserahkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih kepada Walikota Zulkarnain di Jakarta, Kamis (12/11) malam, sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-45.

Tanda penghargaan Mangga Karya Hakti Husada juga diberikan kepada Provinsi Sumatera Barat serta 31 tim penggerak PKK kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang sudah memiliki perkembangan posyandu purnama dan mandiri di atas 60 persen.

Sementara, penghargaan Ksatria Bhakti Husada 2009 diberikan kepada 16 individu, salah satunya kepada Ketua Umum Yayasan Menanggulangi Masalah Merokok, Tapi Wanda Bob Nasution.

Menkes mengatakan, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak ditentukan oleh hasil kerja keras sektor kesehatan, akan tetapi dipengaruhi oleh kontribusi positif sektor lain di luar kesehatan. “Itu artinya masing-masing pimpinan daerah memiliki tanggung jawab besar mengkoordinir peran dunia usaha, perorangan maupun lembaga disekitarnya untuk membangun kesehatan masyarakat,” kata dia.

Jadi sebutnya, patut menghargai pemimpin yang berhasil bersama rakyatnya membangun kepedulian masalah kesehatan di masing-masing wilayahnya.

Jamkesmas sosial

Terkait upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Menkes menyatakan, akan mengubah program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) menjadi sebuah sistem jaminan sosial nasional.

“Dalam sistem jaminan kesehatan yang baru, banyak pihak yang akan terlibat, termasuk penyelenggara asuransi serta Puskesmas. Artinya Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat diberi porsi lebih, dengan memberi anggaran khusus upaya preventif dan promotif kesehatan di masyarakat,” sebutnya.

Baca Juga :  Lawan Madrid, Dortmund Menolak Kibarkan Bendera Putih

Jumlah masyarakat miskin yang akan ditanggung premi asuransinya sekira 76,4 juta jiwa. “Bisa saja pengelolanya PT Askes atau perusahaan asuransi lain, asalkan bisa mengikuti prosedur yang ada sesuai undang-undang sistem jaminan sosial nasional,” jelas menteri.

Ditambahkan, sistem asuransi sosial itu akan segera dilaksakan. “Saat ini kita sudah mulai mengumpulkan para ahli untuk merumuskan bentuk asuransi massa yang sama sekali beda dengan Jamkesmas,” kata Endang menyebutkan, telah tersedia dana Rp4,6 triliun. Sementara jumlah anggaran Depkes selama 5 tahun ke depan dipastikan mencapai Rp138 triliun.(dianw)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*