Padangsidimpuan Menjadi Sasaran Perampok Dari Luar Provinsi

Padangsidimpuan (Psp) menjadi sasaran pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dan perampok dari luar provinsi. Ini terungkap dari pengakuan dua pelaku curat; Edi Rahman (39) warga Talang Andong, Kecamatan Banyuasin II, Pangkalan Balai, Sumsel, dan Anwar Hanafi (32) warga Banyuasin I yang telah ditangkap personel Polres Psp di Sibolga.

Kedua tersangka merupakan pelaku pencurian uang salah seorang nasabah Bank Mandiri, Selasa (2/8) siang lalu. “Tersangka Edi pemain lama dan sudah pernah beraksi di Jakarta, Bekasi dan tempat lainnya. Sementara Anwar pemain baru,” ujar Kapolres Psp AKBP Andi Syahriful Taufik didampingi Kasat Reskrim AKP Anjas A Siregar kepada wartawan, usai menonton rekaman CCTV bersama pimpinan bank di aula Mapolres Psp, Kamis (4/8).

Dari hasil pemeriksaan Polres Psp dan pengakuan kedua tersangka yang tertangkap, kata Kapolres, rekan-rekan kedua pelaku dari kampungnya banyak yang hendak beroperasi dengan target Kota Padangsidimpuan (Psp) dan daerah lainnya di wilayah Tabagsel. Saat ini, sebut Kapolres, pihaknya sedang memburu istri Edi yang ada dua orang berinsial HA bermukim di Palembang dan S bermukim di Medan.

Disebutkan Andi Syahriful, pencurian dengan pemberatan itu terungkap dari rekaman CCTV Bank Mandiri tempat korban Izet (37) warga Blok CII RT/RW 01/01 Kelurahan Air Panas, Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu menarik uang sebesar Rp150 juta. Pelaku Edi, Selasa (2/8) sekira pukul 13.00 WIB masuk ke Bank Mandiri untuk melakukan pengiriman uang.

Sementara pelaku lainnya Anwar menunggu di luar Bank Mandiri di sekitar depan Bank BRI Psp atau tepat berada di samping Bank Mandiri Psp. Sembari antre untuk mengirim uang, Edi juga sekaligus mengamati calon mangsanya yang banyak menarik uang. Terlihat dari rekaman CCTV, Edi yang saat hendak beraksi, ketika di dalam bank, beberapa kali menelepon. Usai calon korban menarik uang dan keluar dari bank, dan pelaku sudah mengirimkan uang Rp1 juta ke istrinya, Edi mengikuti korban keluar bank.

Korban sembari memegang uang Rp150 juta dalam kantong asoi hitam, menuju mobilnya jenis Mitsubishi Strada Triton nopol BM 8243TC warna hitam yang diparkir di seberang jalan depan Bank Mandiri. Saat itu juga Edi terlihat keluar dari pintu bank dan menuju sepedamotornya Yamaha Vega R nopol BM 6073QU yang diparkir tepat di areal parkir bank. Korban pun meluncur ke Plaza ATC. Edi kemudian menaiki sepedamotornya.

Baca Juga :  Pemko Sidimpuan Berharap Raih WTP

Masih dalam rekaman CCTV, pelaku Anwar yang datang dari arah jalan di depan Bank BRI langsung naik ke sepedamotor Edi. Lalu kedua pelaku mengikuti korban. Setelah korban sampai di depan Plaza ATC sekira pukul 13.30 WIB dan parkir di pinggir jalan, berdasarkan CCTV Plaza ATC, tersangka Anwar langsung turun menuju mobil korban. Sementara Edi berjalan memutari tugu air mancur ke arah Bank Sumut Syariah.

Di sini, Edi berhenti dan menunggu rekannya beraksi. Diperkirakan karena terlalu lama, Edi menyusul Anwar ke mobil korban. Saat itu Edi langsung turun dari sepedamotornya tepat di belakang mobil korban dan membantu Anwar memecahkan kaca bagian belakang mobil korban sebelah kiri dengan obeng.

Saat pelaku beraksi, ternyata ada beberapa warga yang melihatnya. Namun warga tersebut tidak berusaha mencegahnya. Kedau pelaku berhasil mengambil uang Rp150 juta dalam kantong asoi dan langsung tancap gas.
Ternyata sopir sebuah mobil sedan dan penumpangnya mengejar pelaku. Di Jalan Merdeka yang padat arus lalu-lintas, penumpang mobil sedan turun dan kemudian bersama warga yang mengetahui pencurian itu, menarik kantong asoi berisikan uang hasil curian yang dipegang pelaku.

Karena ditarik, sebagian uang dalam kantong asoi tersebut berjatuhan di aspal. Namun, pelaku masih berhasil melarikan uang sebesar Rp81 juta dan memutari tugu air mancur menuju arah Mapolres Psp di Jalan Gatot Subroto. Sementara uang Rp69 juta dikembalikan warga kepada korban.

Dalam CCTV SPBU di Jalan Sudirman, terlihat pelaku kabur melawan arah Jalan Sudirman. Memang pelaku sempat bingung dengan jalur satu arah yang dilaluinya. Namun beberapa detik saja berhenti di sekitar SPBU Jalan Sudirman, pelaku tetap tancap gas melawan arah dan menuju arah Sibolga.

Hasil rekaman CCTV Bank Mandiri, Plaza ATC dan SPBU Jalan Sudirman, ciri-ciri pelaku berhasil diketahui. Lalu dengan menggunakan ITE petugas, pelaku dapat terlacak berada di Sibolga dan akhirnya ditangkap. Masih diceritakan Kapolres, sebelumnya pelaku datang dari Palembang dengan tujuan ke Kota Sibolga. “Pelaku sampai di Sibolga tanggal 1 Agustus. Sepedamotornya dipaketkan melalui jasa pengiriman dari Palembang ke Sibolga. Pelaku menginap di salah satu hotel di Sibolga yang sudah dipesan istri kedua pelaku Edi berinisial S dengan nomor kamar 207 dan 208,” ucap Kapolres.

Baca Juga :  Bupati Paluta Diminta Serius Tangani Proyek Bermasalah

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu buah plastik asoi warna hitam dalam keadaan robek, sepedamotor Vega R, uang tunai Rp1.860.000, 3 ATM atas nama Edi, 3 unit Hp berserta nomornya, 1 topi merk Levis, 1 tas sandang, 1 dompet warna hitam, bukti trasfer uang ke HA dari Edi, 1 slip pengiriman sepedamotor dari Palembang ke Sibolga, 1 slip penginapan hotel atas nama S dan 1 lobe warna abu-abu. “Uang yang berhasil dicuri kedua pelaku sudah dikirim ke istri Edi dan saat ini dalam pengembangan,” terang Kapolres. Ditegaskan Kapolres dihadapan pimpinan bank, rekaman CCTV sangat membantu polisi dalam mengungkap kasus pencurian atau perampokan. Oleh karena itu Kapolres berharap pihak bank dan lainnya mengaktifkan CCTV yang ada.

Masih dikatakan Kapolres, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam memegang dan menyimpang uang. “Kalau memang banyak (uang, red), jangan pernah meninggalkannya di dalam mobil, dan tetap selalu menjaganya. Kalau masyarakat memang butuh pengamanan, kita selalu siap membantunya,” terang Kapolres. Tidak itu saja, masyarakat juga diimbau untuk tidak memakai perhiasan emas, berlian dan lainnya yang berlebihan ketika ke pasar atau tempat keramaian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (neo)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*