Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Rugikan Rakyat Sumatera Utara Rp200 Miliar

Gerakan Aku Geram dan Anti Korupsi (Gagak) melakukan aksi demo ke DPRD Sumut, Selasa (10/8/2010), mendesak DPRD Sumut membentuk panitia khusus pengusutan pajak bahan bakar kendaraan bermotor wilayah Sumut diduga merugikan negara Rp200 miliar.

Aksi itu dilakukan Lembaga Gerakan Aku Geram dan Anti Koruptor RI, Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara (LP3SU) dan Lembaga Khabar Peduli Ummat Sumatera Utara.

Dalam aksinya, mereka meminta DPRD Sumut segera membentuk Panitia Khusus terhadap pemungutan pajak kendaraan bermotor wilayah Sumut yang diduga bocor sejak tahun 2005 hingga 2009.

Mereka juga mendesak BPK Perwakilan Sumut melakukan audit investigasi terhadap pemungutan pajak bahan bakar kendaraan bermotor dari tahun 2005 sampai 2009 yang diduga merugikan keuangan daerah sebesar Rp200 miliar.

Demonstrasi juga mendesak Kejatisu dan Kapoldasu melakukan pemeriksaan intensif terhadap dugaan kebocoran pajak daerah yang dilakukan Pertamina UMPS 1 Regional Sumatera Utara.

Mereka menilai pelanggaran UU 18 tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah diubah dengan UU Nomor 34 tahun 2000. Berikutnya, pelanggaran itu juga terjadi terhadap UU 28 tahn 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah disesuaikan dengan UU 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Kerugian negara itu, menurut mereka, juga dikaitkan dengan Kepmendagri Nomor 35 tahn 2002 tentang Pedoman alokas biaya pemungutan pajak dan Kepmendagri 28 tahun 2002 tentang tata cara pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Termasuk juga pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah serta Perda Provinsi Sumut Nomor 5 tahun 2002 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Usai melakukan aksinya, mereka meninggalkan gedung dewan.

Baca Juga :  Kemiskinan dan Pengangguran di Sumut Masih Tinggi

Sumber: www.inimedanbung.com/node/7137

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*