Pakkat Makanan Khas di Bulan Ramadhan

Pakkat Makanan khas pakkat masih menjadi idola di bulan Ramadhan. Marjuki (70) sedang menawarkan pakkat miliknya kepada pengunjung di Jalan Suprapto, Jumat (19/6). (medan bisnis/ikhwan nasution)

Padangsidimpuan, Di bulan Ramadhan selalu banyak hadir makanan khas untuk santapan berbuka puasa. Salah satunya adalah ube muda dari rotan atau disebut Pakkat.

Makanan pakkat sangat disukai, karena diyakini dapat menambah selera makan dan memunculkan nafsu makan. Makanan pakkat ini banyak ditemukan di hutan Tapanuli Selatan, Paluta, Palas dan Mandailing.

Pakkat tidak dipelihara di kebun, tapi diambil sendiri dari hasil hutan di mana hutan Tapsel sekitar banyak terdapat rotan. Pucuk rotan inilah yang dipotong dan dijadikan makanan lalap setelah sebelumnya dibakar.

Di bulan Ramadhan seperti ini di Kota Padangsidimpian pedagang Pakkat bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan secara menyebar.

Marjuki (70) salah satu pedagang pakkat ditemui di Jalan Suprapto (masuk ke arah Kampung Marancar–red). Sudah puluhan tahun menggeluti berjualan pakkat setiap bulan Ramadhan.

Tahun ini stok barang pakkat semakin ditambah yang diyakininya akan habis terjual seperti tahun-tahun sebelumnya. “Barang pakkat ini dibeli ada yang dari Gunungtua Paluta, dan Batangtoru,” katanya.

Marjuki yang sudah memiliki 7 anak ini mengakui pekerjaan berjualan pakkat ini bisnis yang tepat di bulan Ramadhan, kalau di bulan lain pastinya kurang diminati. Setiap batangnya pakkat milik Pak Marjuki ini dijual Rp 5.000 per batang dan kalau yang batangnya kecil bisa Rp 1.000 tiga batang.

Baca Juga :  Paluta Terancam Jadi "Lautan Darah" Jika Eksekusi Register 40 Tetap Dipaksakan

“Rasanya ada yang pahit dan ada yang tidak, Pak,” katanya sambil menjajakan dagangannya yang semakin ramai dikunjungi warga.

Dikatakan, biasa semua dagangan pakkat di daerah ini habis terjual. Karena masyarakat sangat suka dengan makanan khas pakkat seperti ini. Masyarakat meyakini makanan khas pakkat ini dapat meningkatkan selera makan dan mengobati berbagai penyakit.


IKHWAN NASUTION – MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*