Palas Berpotensi Pengembangan Agribisnis Peternakan

www.waspada.co.id

PADANG LAWAS – Kabupaten Padang Lawas (Palas) mempunyai potensi pengembangan agribisnis peternakan yang berwawasan lingkungan serta berkelanjutan.

“Hal itu sesuai kondisi topografi daerah dan curah hujan rata-rata yang sangat mendukung pengembangan ternak,” kata kepala bidang peternakan dan perikanan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Padang Lawas, Abu Bakari, tadi malam.

Dikatakan, pengembangan peternakan di  Padang Lawas masih memiliki potensi untuk lebih dikembangkan. Apalagi beberapa tahun sebelumnya pernah mendapat julukan lumbung ternak Sumatera Utara.

Tetapi setelah masuknya sejumlah perusahaan perkebunan tahun 80-an, lahan pengembangan ternak berangsur menurun dan semakin sempit. Sehingga pengembangan populasi produksi ternak juga semakin menurun dan tidak mampu menutupi kebutuhan daging.

Melihat kondisi itu, dalam upaya memenuhi kebutuhan daging perlu peningkatan produktivitas ternak, baik melalui kawin suntik, penerapan teknologi tepat guna melalui pembangunan balai pengembangan dan pembibitan ternak. Apalagi dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan swasembada daging tahun 2014.

Menurut data populasi ternak di Palas tahun 2009, meliputi kecamatan Huristak, Barumun Tengah, Lubuk Barumun, Barumun, Ulu Barumun, Sosopan, Hutarajatinggi, Sosa dan Batang Lubu Sutam, sapi potong 6.371 ekor, kerbau 12.410 ekor, kambing 13.479 ekor, domba 4.421 ekor, ayam 157.296 ekor, ayam pedaging 700 ekor dan itik 41.620 ekor.

Ditambahkan, salah satu faktor utama lambannya peningkatan produktivitas ternak di Palas  disebabkan ketersediaan pakan ternak yang terbatas untuk mencukupi kebutuhan ternak, baik dari segi kwalitas maupun kwantitas.

Baca Juga :  Palas Tuan Rumah Kejurda Tinju Sumut

Sementara, di lain sisi terdapat potensi yang sangat besar untuk memperoleh sumber pakan yang berasal dari sisa hasil pertanian, perkebunan, serta agro industri pertanian dan perkebunan yang cukup tersedia.

Selain itu, katanya, mengingat Palas memiliki areal perkebunan yang sangat luas, utamanya perkebunan kelapa sawit. Maka sangat berpotensi untuk pengembangan pola integrasi ternak dengan tanaman perkebunan seperti kelapa sawit.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*