Palas hanya Miliki 5 TPSS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara)

Selasa, 09 Maret 2010 – www.metrosiantar.com

Illustrasi

PALAS-METRO; Kabupaten Padang Lawas (Palas) yang menaungi 14 kecamatan termasuk yang baru dimekarkan, hanya memiliki 5 tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) permanen dengan ukuran 1×1,5 meter.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Palas, Ir Zulkifli Harahap, melalui Kasi Pengawasan dan Pengendalian LH, MS Soaduon, kepada METRO Senin (9/3)

Dirincikannya, 5 TPS permanen tersebut berada di Kelurahan Sibuhuan, di Kecamatan Huristak dan di Batang Lobu Sutam. Kelima 5 TPS diletakkan di pusat pasar kecamatan.

Sementara untuk mobil pengangkut sampah, terangnya, ada 3 unit dengan rincian 2 unit jenis Isuzu Bison dan 1 unit coldiesel yang beroperasi di 3 kecamatan, yakni 2 unit untuk Kecamatan Ulu Barumun, Lubuk Barumun dan Barumun.

Sementara 1 unit untuk Kecamatan Huristak dan Barumun Tengah (Barteng) dengan volume sampah yang harus diangkut setiap harinya sebanyak 9 kubik per hari. Untuk selanjutnya, dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Nagargar, Kecamatan Lubuk Barumun.

Lebih lanjut ditambahkannya, TPS tersebut dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2009 lalu. Dan untuk tahun 2010 ini, sudah diusulkan sekitar 200 tong sampah terbuat dari palstik. Direncanakan April sudah ada, untuk diletakkan di pusat-pusat keramaian, seperti pasar-pasar kecamatan.

“Itulah kenyataannya. Namun, kita perkirakan seiring perjalan waktu, jumlah sampah akan terus bertambah di Palas, karena penduduk semakin padat. Maka idealnya kendaraan pengangkut sampah harus ada 9 unit yang ditempatkan di setiap masing-masing kecamatan,” tuturnya.

Baca Juga :  Asian Games XVI Agung Prayogo Gagal Sumbang Medali

Dari hasil amatan METRO, sering terlihat sampah masih tertumpuk di sejumlah pasar-pasar yang ada di Kabupaten Palas, seperti Pasar Binanga, Gading, Poken Minggu, Sibuhuan, dan pasar lainnya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*