Palas Menuai Hujan Interupsi

Sidang lanjutan rapat badan musyawarah tentang penetapan jadwal rapat paripurna pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan rancangan penetapan plafon anggaran sementara (PPAS) APBD Kabupaten Padanglawas (Palas) 2011 menuai hujan interupsi.

Sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Padanglawas, Ammar Makruf Lubis dan Wakil Ketua Syahwil Nasution, berlangsung alot, dihadiri Ass II Syarif Husein Hasibuan, Ass II Ali Akbar Siagian, Kepala Bappeda Kairul Anwar Lubis, Kadis Kehutanan Soleman Harahap, dan sejumlah staf lainnya.

Anggota Fraksi Palas Bersatu, Ali Gusnar Hasibuan, mengungkapkan pembahasan tersebut merupakan suatu kesalalahan karena rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang menjadi dasar acuan dari KUA belum ada.

“RPJMD sudah dua kali dianggarkan dan sudah menghabiskan biaya Rp1 miliar lebih, namun produknya sampai sekarang belum pernah kelihatan,” ujarnya, tadi malam.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP, Idham Hasibuan, mengatakan pembahasan KUA PPAS APBD 2011 tersebut menyalahi peraturan karena Permendagri No. 37 tahun 2010 jelas menyebutkan pembahasan RAPBD paling lambat 31 Januari, sementara sekarang sudah Februari.

Ketua Fraksi PPP, Samson Fareddy Hasibuan, menyesalkan kesalahan penjumlahan yang salah sebanyak Rp6 miliar pada draf yang disampaikan ke DPRD. “Tiap tahun anggaran digunakan untuk pembelian komputer, namun dalam menjumlahkan masih salah,” ujarnya.

Fraksi PKPB, Baharuddin Daulay, mengatakan rancangan  penggunaan anggaran dalam draf yang disampaikan belum memenuhi ketentuan skala prioritas sesuai dengan visi misi Kabupaten Padanglawas.

Baca Juga :  Satpol PP Pemkab Madina Bongkar Pondok Kafe Tertutup

Rapat yang dibuka kembali  pada 14:30 setelah diskors dan kemudian dipimpin oleh Ketua DPRD Padanglawas M Rido Harahap memutuskan pembahasan KUA-PPAS APBD 2011 akan disingkronkan dengan pembahasan RAPBD. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*