Paluta Gelar Musrenbang

Jumat, 23 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

PALUTA-METRO; Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Drs Bachrum Harahap, Kamis (22/10) membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbang) Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paluta Tahun 2008-2013.

Musrembang bertema ‘Perencanaan pembangunan daerah jangka menengah menuju Paluta, cerdas, beradat, dan maju’ dilaksanakan di Aula DPRD Paluta, Jalan lintas Gunung Tua-Padang Sidempuan.

Amatan METRO, Musrenbang dihadiri Wakil Bupati, H Riskon Hasibuan, Ketua dan anggota DPRD, Muchlis Harahap SHI, Muspida Plus, pengurus MUI, pimpinan Perguruan Tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, cendikiawan, tokoh pemuda, media massa dan lembaga masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan agar program yang diprioritaskan dapat terintegrasi dan terpadu satu dengan yang lainnnya, khususnya dalam rencana pembangunan, pendidikan, infrastruktur, usaha ekonomi kemasyarakatan dan pengelolaan sumber daya alam.

“Infrastruktur, irigasi listrik dan pelabuhan udara harus mendapatkan apresiasi yang sangat serius mengingat kondisinya sangat memprihatinkan, khususnya irigasi yang tidak dapat memenuhi pasokan/distribusi air sawah.

Tentang listrik, katanya, masih terdapat 144 desa yang belum mempunyai jaringan listrik dari PLN, maupun dengan penerapan teknologi tepat guna. Sedangkan untuk pelabuhan udara, diperlukan upaya peningkatan pembangunan sarana dan prasarana aek godang berupa penambahan luasan landasan pacu, sistem operasi, peralatan komunikasi serta navigasi.

“Untuk mewujudkan program tersebut, diharapkan dapat seleurh isntansi pemerintahan meningkatkan pelayanan yang maksimal,” papar Bupati.

Baca Juga :  Download Gratis Prediksi Soal Test CPNS 2009 Terbaru

Dengan segala permasalahan tersebut, Bupati Paluta menetapkan 4 agenda utama, pertama, menciptakan pengembangan pendidikan unggulan terpadu, baik pendidikan formal maupun informal, sehingga dapat memasuki perguruan tinggi. Kedua, peningkatan percepatan pembangunan infrastruktur yang bertumpu pada pembukaan, peningkatan dan pemeliharaan jaringan jalan jembatan dan irigasi.

Ketiga, katanya, mengembangkan usaha ekonomi kemasyarakatan menyahuti isue nasional dalam pengembangan ekonomi yang berbasiskan kerakyatan dan ramah lingkungan. Keempat, pemanfaatan sumber daya alam Paluta, harus memiliki regulasi yang kondusif bagi para investor untuk menanamkan modalnya.

Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Golkar, Amas Muda Siregar SE mengakui, program RPJMD tidak menyentuh kepada sasaran yang dimaksud. “Saya menilai RPJMD yang dibuat tersebut tidak berdasarkan laporan dari camat. Seharusnya segala yang diperlukan secara akurat diapresiasikan,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Fraksi Mandiri, Arjuman Esri Effendi mengatakan, RPJMD tidak menjanjikan dan terlalu teknis.

Sementara itu, Kepala Bappeda Paluta, Harapan Naulisyah, SE mengungkapkan, RPJMD adalah dokumen pembangunan lima tahunan daerah yang memuat arah kebijakan, strategi, program dan kegiatan serta target capaian kinerja setiap bidang pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi kepala daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“RPJMD di antara dibuat berdasarkan data yang diberikan SKPD dan camat serta melihat fakta dan kondisi yang ada di Paluta,” tukasnya. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Status KLB Penyakit Diare Padang Bolak Dicabut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*