Pamor Bupati Syahrul Pasaribu Sudah Ambruk : Rakyat di Tapsel Tak Segan Lagi Memaki dan Melempari Kepala Daerahnya

Bupati Syahrul Pasaribu, :Terlalu pede”.

Padangsidimpuan, Dampak buruk kebijakan Bupati Syahrul Pasaribu yang obral dalih kilah ngotot bertahan terus menumpang perkantoran Pemkab Tapsel di Kota Padangsidimpuan (Psp) belakangan ini makin meluas. Rakyat di Kabupaten Tapsel kini makin banyak yang tidak suka dengan tingkah Bupati Syahrul tsb, dan penumpukan rasa tak suka tsb sudah makin sering diungkap bervariasi melalui ucapan memaki bahkan ada rakyat yang mulai berani menunjukkan kebencian dan kemuakan dengan cara tampil melempari Bupati Syahrul Pasaribu. Terkadang dengan botol plastik, sesekali batu, malah ada yang coba pakai kayu.

Ada yang mulai dari tantangan sopan walau sinis seperti ketua kelompok tani di dekat Sawangan Muara Batang Toru yang kirim sms bertembusan kemana-mana menantang Bupati dengan kalimat: “…. Apa sih hebatnya bapak?”, sampai kelompok yang paling berani tampil melampiaskan ketidaksukaan secara terbuka pada tingkah Bupati Syahrul seperti rakyat dari Kecamatan Sipirok.

Pada aksi demo sejumlah besar kalangan pers-bebas di Kota Psp baru-baru ini ke Kantor Pemkab Tapsel, mengkritik bahkan menghujat tingkah Pemkab c/q Bupati Syahrul yang konon sengaja memelihara 8-9 pers-penjilat dari media mainstream yang hobby bikin berita putar-balik fakta menyudutkan rakyat demi menyenangkan hati sang Bupati Syahrul.

Massa demo waktu itu juga menuding indikasi monopoli pekerjaan proyek Pemkab Tapsel Tahun Anggaran 2011 oleh sejumlah kroni Bupati Syahrul. Yang kini hingga Mei 2012 masih belum selesai, tertera dalam LKPJ Bupati Tapsel terindikasi penuh pembohongan publik terkesan rekayasa dan manipulasi yaitu penyiapan proyek Pemkab terkendala bencana alam, seolah Kab Tapsel selama Tahun 2011 penuh dilanda segala macam bencana alam.

Terbukti upaya Pemkab Tapsel berusaha meredam situasi gejolak kalangan pers dengan membuat acara Coffe Morning gagal, acara bubar setengah jalan karena kalangan pers yang hadir pukul meja ramai-ramai sembari walk-out, akibat Bupati Syahrul coba mencekoki nalar kalangan pers dengan opini pribadinya yang sok mau menang dewe.

Baca Juga :  Polsek Batang Angkola Tapsel Tembak Tersangka Pengedar 17 Kg Ganja

Terakhir, diduga melampiaskan ambisinya mengotak-atik idee dan konsep dasar Pemekaran Kabupaten Tapsel, Bupati Syahrul mengangkangi aspirasi kelompok rakyat dari Sipirok yang menuntut Bupati Syahrul mematuhi UU No. 37/38 Tahun 2007 Tentang Pemekaran Kabupaten. Ketika Rabu 2 Mei 2012 didemo ribuan rakyat dari Sipirok, Bupati Syahrul lagi-lagi anggar silat-lidah putar-belit dalih dan kilah mengelakkan substansi masalah yang dituntut rakyat.

Dialog massa demo dengan Bupati Syahrul yang difasilitasi aparat keamanan, cuma berwujud komunikasi verbal ocehan monolog sepihak Bupati Syahrul yang bukannya mengayomi malah coba mendominasi dialog dengan argumeni subyektif yang tidak valid teruji. Buntutnya, perwakilan massa akhirnya ramai-ramai memukuli meja dan walk-out tinggalkan Bupati Syahrul Pasaribu, yang terbengong dan cuma bisa bilang terima kasih.

Celoteh lidah tak bertulang ala Syahrul Pasaribu melarikan substansi tuntutan rakyat Sipirok ke topik pembicaraan lain, masih dipamerkan sa`at puluhan kaum ibu dari Sipirok berdialog langsung, ujungnya massa kaum ibu naik pitam, secara koor serempak menuding telunjuk serta menghujat Syahrul Pasaribu berikut Wakilnya Aldin Rapolo Siregar sebagai pargabus (pembohong) sembari angkat kaki meninggalkan Syahrul Pasaribu yang tak mampu membantah.

Kejadian di Bagas Godang Sipirok Kamis 3 Mei lalu, kebencian dan kemuakan warga Sipirok meledak sewaktu Bupati Syahrul membawa Muspida Tapsel berhadapan dengan warga Sipirok. Gara-gara ocehan Bupati Syahrul masih tetap bernada klise bertahan dengan sikap multitafsir UU No. 37/38 Tahun 2007 Tentang Pemekaran Kab. Tapsel, pertemuan berujung pelemparan batu dan pengusiran Bupati beserta Muspida Tapsel agar bubar tinggalkan Sipirok.

Baca Juga :  Sukiyat, Tokoh di Balik Kiat Esemka, Mobil Dinas Wali Kota Solo - Gagal Masuk SMK karena Cacat Kaki

Tanpa bisa banyak cingcong membantah tudingan dan makian rakyat, Bupati Syahrul akhirnya terpaksa bubar dari pertemuan gagal tsb lalu dibuntuti Muspida Tapsel ngacir meninggalkan Sipirok.

Tidak lantam lagi

Prihatinnya, Bupati Syahrul yang selama ini terkesan terlalu percaya-diri lantam berkoar jika berdebat menghadapi rakyat awam pedesaan, ternyata sewaktu berulang kali pers melakukan konfirmasi via long-sms dengan deskripsi ilmiah dan yuridis yang mengkomparasi data tertulis yang kontradiktif dengan fakta lapangan perihal berbagai kasus tak tuntas di Pemkab yang bermuara pada merosotnya citra, pamor dan wibawanya di pandangan kalangan rakyat banyak, tak sekalipun sang Bupati Tapsel terhormat ini mau menjawab apalagi mampu membantah. (ARM-Hutasuhut )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

11 Komentar

  1. Kepimimpinan mu nantinya di minta pertanggung jawaban..??
    ada berapa jiwa bapak bupati yang kau zhalimi..
    sadarlah akan janji mu duluuu…, jangan hanya manis di bibir…
    dunia hanya sempat sementara, bukan selamanya kau kan jadi bupati..???

  2. Sudah terlambat Rapolo kalau mau balik kanan, dia sudah kadung di cap sebagai penjilat, penghianat, tak ada tempat bagi dia di sipirok khususnya, hal ini dapat dilihat waktu demo bupati di sidempuan, perjalanan pulang ke sipirok rumah dia di simagomago dirusak massa masih untung tidk dibakar, dia sangat nista sekarang di sipirok sedih………………………… kalau orang kampung sudah buang muka kalau suatu saat ketemu

  3. Ma lupa si Rapolo na halak Sipirok ia, baen nadung Pimpinan Proyek di pertapakan ia. Bahat attong komisi na.

  4. Kenapa Rapolo tdk berkantor di Sipirok….
    Sebagai seorng wakil Bupati terpilih tentu utk pertma kali jarus mnencoba menjalin kerjasama yg serasi dgn Bupatiii agar roda pemerintahan berjalan dgn pemimpin yANG HARMONIS. JADI wajar DAN BERALASAN KENAPA Rapolo BERKANTOR sama dengan BUPATI.
    Saya tau jiwa RAPOLO sebenarnya sangat peduli dgn MAsyarakat tapi dia tdk bisa berbuat karena hanya sebagai wakil saja.. NANTi bila Bupati menurutnya sudah tidak peduli dgn masyarakat umumnya… Rapolo akan melakukan perlawanan dengan sikapnya sendiri seperti kertika berpasangan dengan Bupati ONGGKU

  5. dari dulu ku bilang orang ini tak beres….dia selama ini dia anggota depeer sian sibolga ber tahun tahun eh pas ada pilkada dia bilang dia peduli Tapsel. Mestinya dia jadi Bupati di Sibolga sana ganti abangnya dulu. tau apa dia tentang Tapsel ????? si Rapolo lebih parah…. ke he markantor tu Sipirok cari muko ….. tai sonnari sama2 begu lattuk kedua-duanya.

  6. Syarul Pasaribu = Goppul Tano, tidak ada sisi positpmu, tak bisa lagi dokomentari………….. makanlah jabatanmy itu, ntar kehinaan akan kau terima……………

  7. Hampir mirip dengan kecamatan Marancar (kebetulan ompungmya beliau dari Marancar) yang ibukotanya tidak ditinggali oleh camatnya meski sudah bertahun-tahun dimekarkan…tak ada bank,loket PLN, signal telepon kacau dan mungkin pos polisi sekecamatan belum tersedia juga berbagai sarana umum yang belum ada…apa kata “Marancar?”

    • horas di appara i priton molo appara niba….
      Na tabahas on adalah masalah tapanuli selatan bukan satu kecamatan appara…. botul do na didok mi nian, alai lok ma parmaranca mamikirkon i, molo parmarancar do attong appara, ba dohot ma attong mamikirkon anso boa na dung disebutkan ni appara i adong tercapai di masayarakat. Jala botul do na didok mi appara, jala harap do roha nian angka dongan sian luar wilayah i mangurupi anso adong i di san. Kec. Marancar baru dimekarkan beberapa tahun lalu, dan baru mulai muncul dipermukaan dan baru mulai dikenal masyarakat umum baru-baru ini. Jadi anggo songon au do appara, holan ditanda halak pe didia Marancar ma sonang rohangku molo saonari da… anggo angka sarana-sarana i boi do manyusul i dung marganti angka Pemerintah2 setempat na so hurang peduli i.
      Jadi saonari na rohangku, fokus tu kejadian na saonari ma jo hita ate appara.. hahahahahhaa…. dang na pola mangambati mangkatai tentang sada kecamatan songon kec. Marancar.. las do roha molo dihatai huta niba, apalagi molo sifatna positif tu pembangunan… jala i do pangidoan anso mur denggan…
      botima…
      horas..

  8. Maksudnya mosi tak percaya….??? mmmmmmmm jadi ingat Presiden kita yang di lengserkan… tapi demi kebaikan bersama ya tak salah asal sesuai prosedur aturan yang ada…. heheheeee

  9. Mari kita beramai-ramai datangi DPRD Tapsel. Minta kesemua anggota Dewan yang Terhormat untuk melengserkan ini orang [Bupati Syahrul Pasaribu] dan pilih saya sebagai penggantinya [Mudah-mudah terpilih saya….Amin]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*