Panen Demfarm Simatohir Memuaskan

PANEN DEMFARM Asisten III Rosad Lubis, didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, M Soleh Nasution, Kasdim 0212/Ts, Mayor Inf Johan S Purba, Kadis Pertanian P Sidimpuan, Parimpunan, Camat Angkola julu, Harun dan tokoh masyarakat Isropil Siregar sedang memanen demfarm padi varitas DIPA 18 di Desa Simatohir, Kecamatan P Sidimpuan Angkola Julu, Rabu (8/7). (medanbisnis/ikhwan nasution)
PANEN DEMFARM Asisten III Rosad Lubis, didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, M Soleh Nasution, Kasdim 0212/Ts, Mayor Inf Johan S Purba, Kadis Pertanian P Sidimpuan, Parimpunan, Camat Angkola julu, Harun dan tokoh masyarakat Isropil Siregar sedang memanen demfarm padi varitas DIPA 18 di Desa Simatohir, Kecamatan P Sidimpuan Angkola Julu, Rabu (8/7). (medanbisnis/ikhwan nasution)

P Sidimpuan. Hasil panen demonstration farm (demfarm) untuk kesekian kalinya memuaskan. Kali ini pada satu hektare (Ha) lahan pertanian Poktan Darul Makmur, Desa Simatohir, Kecamatan Angkola julu, Kota Padangsidimpuan produksinya mencapai 13,6 ton.
Hal tersebut terungkap pada panen perdana yang dilakukan Walikota Padangsidimpuan, Andar Amin Harahap diwakili Asisten III Drs Rosad Lubis, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, H M Soleh Nasution, Kadis Pertanian Kota Padangsidimpuan, Parimpunan, Kasdim 0212/Ts Mayor Inf Johan S Purba, Camat Angkola Julu, Harun, perwakilan KTNA Isropil dan tokoh masyarakat.

“Saya sangat bangga karena program badan ketahanan pangan kota ini dapat meningkatkan produksi pertanian hingga mencapai 13,6 ton per ha di atas 1 ha lahan pertanian masyarakat seperti di Simatohir ini. Semoga ini dapat dipertahankan dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam menunjang tercapainya swasembada pangan,” kata Rosad Lubis usai melakukan panen perdana terhadap padi varitas HIPA 18 yang berlokasi di pinggir jalan Simatohir, Rabu (8/7).

Dia mengatakan penerapan bertani secara berteknologi dan teruji pada tahun 2015 ini harus benar benar didukung pemerintah. “Ke depannya pemerintah akan memikirkan ketersedian bibit HIPA 18 untuk dibagikan kepada petani dan mulai menerapkan bertani berteknologi,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah dan Ulama Dukung Polri Berantas Judi di Batang Angkola Tapsel

Kasdim 0212/Ts Mayor Inf Johan S Purba, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat petani dan berharap terus meningkatkan kemampuan dalam bertani secara berteknologi. “Kita berharap tidak sampai di sini saja, terus meningkatkan dan melibatkan seluruh unsur dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dan sudah kita ketahui bersama ini merupakan kerjasama kita dengan pertanian perdagangan dan kita perintahkan seluruh anggota turun dan membantu masyarakat,” katanya.

Mewakili KTNA, Isropil Siregar mengatakan, bahwa dengan cara bertani intensif sebagaimana yang dilakukan saat ini sangat membantu dalam meningkatkan sektor pertanian khususnya pertanian sawah. “Sebelumnya kita menanam padi jenis biasa dan hanya bisa menghasilkan rata-rata 5-7 ton saja per Ha. Tapi dengan cara bertanam teknologi ini hasilnya memuaskan bisa mencapai 13 ton,” katanya.

Dikatakan, masyarakat sangat berharap pemerintah tidak berhenti sampai di sini dan terus mendorong petani agar benar-benar menerapkan cara berteni seperti saat ini. “Jangan istilahnya pemerintah ini seperti pepatah bilang “manogu-nogu di napajet” (menuntun di air yang dangkal) tapi setelah dapat arus deras lantas dilepas. Semoga tidak seperti itu pemerintah ini,” katanya berharap.

Camat Angkola julu, Harun mengatakan bila benar-benar teknologi ini diterapkan di Kecamatan Angkola Julu, dia yakin bahwa kecamatan ini dapat membantu menopang swasembada pangan daerah.

Kepala Badan Ketahan Pangan (Ketapang) Kota Padangsidimpuan H M Soleh nasution, menjelaskan bahwa ini merupakan program trend di Ketapang. Dicontohkan bahwa lahan bisa berkurang produksi naik pendapatan bertambah. “Tugas kami nantinya bagaimana ini bisa terlaksana,” katanya.

Baca Juga :  74 Pasien Katarak dan Gangguan Pendengaran Berobat Gratis di Paluta

Dia juga mengakui bahwa kota Padangsidimpuan saat ini mengalami swasembada pangan. “Tapi hitungan-hitungannya kita belum bisa jelaskan sekarang. Kita menyadari bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar ummat manusia. Dan beras merupakan salah satu proritas, sehingga produksi dan ketersediaannya harus terpenuhi,” jelasnya.


(ikhwan nasution)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*