Panen Padi Gogo – Gubsu Janji akan Ajak Presiden ke Palas

Memberikan Bantuan Benih Gubsu H Tengku Erry Nuradi didampingi Bupati Palas H Ali Sutan Harahap saat memberikan bantuan benih kepada sejumlah poktan di Kabupaten Palas. (medanbisnis/maulana syafii)


Memberikan Bantuan Benih Gubsu H Tengku Erry Nuradi didampingi Bupati Palas H Ali Sutan Harahap saat memberikan bantuan benih kepada sejumlah poktan di Kabupaten Palas. (medanbisnis/maulana syafii)Palas. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi berjanji akan mengundang atau mengajak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengikuti kegiatan panen padi gogo di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas). Diketahui, padi gogo di Palas memiliki potensi luas lahan 28.000 hektare.

Janji itu diungkapkan Gubsu saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan benih, pupuk dan alsintan bersumber dari APBN Provinsi Sumut, kepada ratusan pengurus kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Palas, Minggu (28/8), di lapangan eks MTQ Gunung Manobot Latong, Kecamatan Lubuk Barumun.

“Sesuai informasi yang saya terima, potensi lahan padi gogo di Kabupaten Palas seluas 28.000 hektare. Katakanlah ada seluas 30.000 hektare. Bila, ada sepertiga dari total luas potensi padi gogo itu, katakanlah seluas 10.000 hektare ditanami padi gogo, nanti saat panen padi gogo, saya berjanji akan mengundang Presiden Jokowi, untuk ikut panen padi gogo nanti,” ungkap Gubsu saat itu diiringi tepukan para hadirin.

Pernyataan ini disampaikan Gubsu, mengingat masih luasnya potensi lahan pertanian padi gogo yang tersedia di daerah Palas. Namun, diakui puluhan ribu hektare potensi lahan pertanian padi gogo yang tersedia itu, berada di areal perusahan pemegang hak guna usaha (HGU), sehingga diperlukan kesepakatan bersama untuk menerapkan pertanian sistem tumpang sari.

Baca Juga :  Pernyataan Sikap IKKBM Jabodetabek Tentang Perkembangan Situasi Terkait Operasi Perusahaan Tambang Emas Di Batang Toru - Tapsel

Sementara itu, Plt Kadistan Provsu M Azhar Harahap dalam laporannya menyampaikan, pihaknya belum bisa mengalokasikan bantuan benih padi dan jagung ke lokasi lahan padi gogo yang dimaksud, sebelum adanya memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Palas dengan pemegang HGU lahan padi gogo dimaksud.

Selain itu, M Azhar Harahap mengungkapkan, beberapa isu strategis pembangunan pertanian di Provinsi Sumut yang perlu mendapat perhatian, antara lain tingginya alih fungsi lahan pertanian pangan ke non pangan mencapai 2,7% pertahun.

“Masih rendahnya penerapan inovasi teknologi pertanian di beberapa daerah.
Tingginya konsumsi beras perkapita pertahun, sebanyak 137 kg/kapita/tahun. Menurunnya jumlah petani dan rendahnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian,” paparnya.

Juga, dijelaskan tingginya tingkat kerusakan infrastruktur pertanian terutama sarana irigasi yang mengakibatkan rendahnya indeks pertanaman (IP). “Serta rendahnya nilai tukar petani khususnya petani tanaman pangan, yakni mencapai 97,6%,” jelasnya. (maulana syafii)

medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*