Panen Padi Sipirok Ditarget 441,8 Ton

Hasil panen raya tanam perdana padi di Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel) pada tahun 2010, ditargetkan mencapai 44,8 ton. Hal itu disampaikan Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sipirok, Porkas Harahap pada METRO, Senin (31/5)

Disampaikannya, analisa target panen berdasarkan survei dan laporan 18 petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Sipirok. Dijelaskannya, luas areal persawahan di Sipirok mencapai 2.209 hektar. Dan dari survei, hasil panen mencapai 200 kilo gram per hektare.

Disebutkan Porkas, berdasarkan upaya dan program yang telah dilakukan melalui Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL PTT), pemahaman petani pada peningkatan produksi pertanian sudah mulai terarah. “Secara teknis, pelaksanaan SL PTT di setiap kelompok tani, PPL melakukan pertemuan yang tujuannya meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan terhadap petani dalam berusaha tani,” terangnya.

Di samping itu kata Porkas, petani juga diarahkan untuk menggunakan benih berlabel biru (benih yang memiliki sertifikat resmi). Di mana, di Kecamatan Sipirok ada 109 Kelompok Tani (Poktan), dan 11 Gabungan Kelompok Tani (Gapokatan).

Berdasarkan data, dari 2.209 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sipirok, petani sudah dominan menggunakan bibit varietas unggul dengan luas 1.190 hektare. Menggunakan bibit hibrida 150 hektar, sedangkan bibit unggul lokal hanya tersisa 869 hektare.

Ditambahkan Porkan, panen sebelumnya tahun 2009 lalu, angka yang dicapai untuk setiap hektare adalah 5,5 ton. Namun kali ini, berdasarkan upaya dan program yang sudah dijalankan hasil panen ditargetkan meningkat menjadi 5,7 per hektare. “Kita yakin, berdasarkan upaya yang telah kita lakukan menjalankan program peningkatan hasil pertanian,” pungkasnya.

Baca Juga :  Gubsu dan Bupati Tapsel Diimbau Kunjungi Batangtoru

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Panen_Padi_Ditarget_4418_Ton

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. saya memperkirakan adanya kesalahan data tersebut, karena benih varietas unggul sudah mulai digunakan di sipirok disamping itu lahan yang sudah dua kali panen dalam setahun, mohon Kadis Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan mengecek langsung data tersebut. Hal ini perlu untuk bahan dan data sebagai pertimbangan bagi Pemerintah Daerah Tapanuli Selatan , Jika data tersebut benar maka Pemda Tapanuli Selatan sebaiknya menganggarkan untuk pengadaan benih unggul dan memberikan honor tambahan bagi penyuluh lapangan, dan pembinaan terhadap kelompok tani, dan bagi petani yang mencapai produktivitas yang tinggi diberi hadiah penghargaan.

  2. 200 kg/ha… apa tidak terlampau rendah produktivitas per ha-nya ! Sementara statistik produktivitas gabah per ha sawah di Riau sudah mencapai sekitar 3-4 ton ! Sipirok jauh lebih subur lho !!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*