Pangdam Pattimura Siap Buka Pelatihan Bagi Paskibra yang Ingin Masuk TNI

MedanBisnis – Ambon. Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Monardo memberikan apresiasi bagi pasukan pengibar bendera pada Upacara HUT ke-71 RI di Maluku. Doni pun siap memberi pendampingan bagi Paskibra yang kelak usai lulus sekolah ingin menjadi tentara.
“Kami membuka diri, karena salah satu tugas kodam adalah membangun generasi muda di daerah,” ungkap Doni di Makodam XVI/Pattimura, Ambon, Kamis (18/8/2016).

Hal tersebut disampaikannya saat menerima Paskibra Maluku. Doni pun meminta agar anak-anak terpilih ini untuk terus melanjutkan prestasi. “Ada banyak tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Maluku. 20-30 persen penyanyi kita berasal dari Maluku, bersuara emas,” tuturnya.

Doni berharap agar anak-anak Paskibra terus belajar dan menjadi pintar. Untuk itu ia menyarankan agar anak-anak banyak mengkonsumsi ikan sebab ikan mengandung Omega 3. Apalagi Maluku merupakan lumbung ikan di Indonesia.

“Tidak ada kata terlambat untuk makan ikan, setiap ada kesempatan makan ikan sebanyak mungkin. Kalian bisa pintar. Bagi yang tidak suka, coba rangsang. Apalagi (ikan) tuna,” kata Doni.

“Pemerintah Jepang mengalokasikan dana yang besar untuk ikan dan hasil laut. Bahkan ekspor dan salah satunya dari Maluku. Kalau mau jadi generasi emas, makanlah ‘Emas Biru’ dan ‘Emas Hijau’,” lanjut jenderal bintang 2 itu.

Emas Biru dan Emas Hijau merupakan program yang digagas Doni sejak masa kepemimpinannya di Kodam Pattimura. Emas Biru adalah budidaya ikan dan Emas Hijau adalah budidaya tanaman.

“Jangan begadang, jangan merokok. Kalau suka kongkow-kongkow begadang yang tidak jelas, hentikan. Gunakan waktu untuk belajar dan tidur. Jangan minum minuman keras,” kata Doni kepada para Paskibra.

Jenderal bintang dua itu juga berpesan untuk tidak 4 M (mabuk, marah, melotot, dan memukul). Generasi muda di Maluku diharapkan untuk tidak terjebak pada budaya minum Sofi meski itu merupakan minuman khas di wilayah tersebut.

“Tradisi minum Sofi okelah itu bagian budaya. Tapi itu seharusnya dilakukan hanya saat acara adat, dan tidak boleh banyak. Sekarang tradisi dijadikan alasan untuk minum Sofi. Padahal awal kriminalitas banyak yang berawal dari minuman,” jelas mantan Danjen Kopassus ini.

Daripada untuk mabuk-mabukan, Doni menyebut lebih baik anak muda berkonsentrasi untuk mengejar cita-cita dan impiannya. Bagi Paskibra yang ingin masuk TNI, Kodam Pattimura bersedia mendampingi untuk memberi pelatihan.

“Saya bangga kepada kalian, inginnya semua masuk tentara khususnya AD. Ini kita yakini kelebihan dari Maluku. Dulu Belanda lebih memilih tentara KNIL dari Maluku. Ini catatan bagi saya sejak awal,” ujar Doni.

Baca Juga :  ICW: Jangan Hanya Menjerat Susno

“Maka ini jadi kebijakan, penerimaan kita kuncinya adalah putera daerah. Putera daerah harus 80 persen. Tahun lalu putera daerah sampai 92 persen yang diterima,” imbuhnya.

Meski begitu, kriteria menjadi catatan penting. Mereka tetap harus menjalani tes walaupun sudah mendapat bimbingan. Namun tetap akan diprioritaskan karena sudah memiliki prestasi.

“Kita akan bantu kalian, kalau kalian ingin ada yang masuk Akmil juga. Tapi semua syarat harus terpenuhi. Fisik, psikologi, intelegensi, moral, dan sebagainya. Maka kita akan beri bantuan pembinaan dari sekarang, kalau ada yang tertarik. Semoga lebih banyak lagi pemuda Maluku yang masuk militer,” papar Doni.

Hanya saja, mantan Komandan Paspampres tersebut meminta agar mereka yang ingin menjadi prajurit tidak memaksakan diri. Jika belum berhasil pada tes pertama, maka perlu menambah kualitas latihan.

“Anak saya saja saya lihat belum siap, maka saya bilang jangan lulus dulu (untuk jadi TNI) persiapkan lagi. Jangan mentang-mentang saya Pangdam. Kalau sudah persiapan diri belum juga bisa, berarti enggak cocok. Harus cari alternatif lain,” ucapnya.

“Jangan semua juga jadi tentara. Siapa nanti yang urus Emas Biru dan Emas Hijau. Mungkin dari kalian nanti bisa jadi menteri perikanan setelah Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti-red),” tambah Doni.

Pangdam Pattimura sudah memerintahkan jajarannya untuk mengurus soal pelatihan dan pembinaan bagi Paskibra yang ingin menjadi tentara. Pelatihan akan dibuka di Rindam Pattimura.

“Saya akan minta Rindam untuk melatih secara sukarela. Nanti akan dibina dan diberi penjelasan atau informasi kapannya. Nanti dibuka kesempatan. Ada yang untuk blok Akmil, blok bintara,” terang Doni.

Ketika kelak ada Paskibra yang akhirnya menjadi tentara, ia berpesan agar mereka tetap selalu menjaga jati diri seorang prajurit. Untuk terus bekerja keras untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Saya jadi pangdam tidak mudah, melewati banyak operasi. Inteligen harus dijaga, moralitas. Jangan melanggar aturan adat, dan agama,” sebutnya.

Salah seorang Paskibra yang hadir dalam acara, Maryo E Pesurnay mengaku ingin memanfaatkan kesempatan itu. Sebab sejak kecil ia memang bercita-cita ingin jadi tentara.

“Mau ikut yang Akmil. Latihan setiap hari enggak apa-apa. Itu sudah impian saya dari kecil. Kita bisa melatih disiplin, berpendidikan,” kata Maryo.

Baca Juga :  Gubernur Riau Rusli Zainal Tersangka Korupsi PON

Pelajar kelas dua SMA ini membuat ukuran untuk dirinya sendiri. Bahwa ia baru bisa disebut sukses ketika sudah menjadi seorang prajurit TNI.

“Saya ini membanggakan orang tua. Dan saya ingin mengabdikan diri untuk negara. Saya akan berusaha sebaik mungkin, saya tidak akan menolak apa yang diberikan. Melaksanakan tugas untuk menjaga negara,” tegas siswa SMK 6 Ambon itu.

Para Paskibra ini mendapat pelatihan dari Kodam Pattimura untuk Upacara HUT RI ke-71 kemarin. Tes yang dilakukan cukup ketat sebab mereka mencari siswa terbaik dari yang terbaik untuk mengibarkan bendera merah putih di tanah Maluku.

“Pelatihnya baik-baik, kadang marah tapi itu karena untuk ajarin disiplin kalau kita ada salah. Seleksi sudah dari bulan Maret. Juli ada seleksi ulang,” ungkap seorang Paskibra perempuan, Gracia Tuamelly, di lokasi yang sama.

Meski tahun lalu sempat tidak lolos seleksi, Gracia tak patah semangat. Ia kembali ikut tes dan masuk. Bahkan ia diberikan kepercayaan untuk menjadi pembawa baki saat upacara penurunan bendera.

“Bangga bisa jadi Paskibra. Paskibra uji fisik dan mental, itu buat saya banyak belajar. Enggak nyangka, tahun lalu kan sempat seleksi tapi enggak lolos. Sekarang lulus dan bisa jadi pembawa baki. Senang banget rasanya,” ucap siswi SMA 1 Ambon itu.

Gracia saat ini sudah duduk di kelas 3 SMA. Ia berharap dengan menjadi Paskibra, itu bisa menjadi tambahan modal baginya dalam mengejar cita-cita. “Saya mau kuliah. Maunya di luar Maluku. Saya mau jadi dokter,” tandas Gracia.

(dtc)-http://www.medanbisnisdaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*