Pangkalan di PALAS Jual Minyak Tanah Rp. 6 Ribu per Liter

Kamis, 11 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

PALAS-METRO; Beberapa agen dan pangkalan minyak tanah di Kabupaten Padang Lawas (Palas), selama ini menjual minyak tanah bersubsidi kepada masyarakat melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan mencapai Rp5.000 sampai Rp6.000 per liter. Padahal HET minyak tanah tersebut sudah ditetapkan Gubsu, Syamsul Arifin SE dan Pertamina yakni Rp3.000 per liter dan sudah meliputi keuntungan agen dan pangkalan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kabupaten Palas, Drs Muda Hamongan Siregar di dampingi Kepada Bidang (Kabid) Perdagangan, Dingin Rambe kepada METRO Rabu (10/2) kemarin sesuai pengaduan masyarakat yang masuk kepada pihak Disperindagkop dan UKM, ada sejumlah agen dan pangkalan menjual minyak tanah di luar HET yang memperkaya diri sendiri.

“Ada agen memperkaya diri di atas penderitaan masyarakat. Minyak tanah bersubisidi sebenarnya diperuntukkan untuk masyarakat miskin, bukan untuk dikomersialkan, karena tarif dan keuntungan bagi agen, pangkalan sudah ditetapkan sesuai dengan SK Gubsu dan Pertamina. Hanya saja untuk Palas saat ini sedang tahapan pendataan masyarakat yang tergolong miskin untuk mendapatkan minyak tanah bersubsidi,” ujar Kadisperidagkop UKM.

Ditambahkan Muda Hamongan, jatah minyak tanah bersubsidi untuk masyarakat sebanyak 3,5 liter per jiwa setiap bulannya. Di mana untuk Palas memilik 2 agen yakni PT Indra Angkola dan Alpian Mora Siregar, serta 7 pangkalan yang tersebar di 9 kecamatan. Jumlah pasokan untuk Palas meliputi 7 kecamatan selain Kecamatan Barumun Tengah, Huristak, dan Sosopan, sebanyak 300 ton per bulan.

Baca Juga :  Lagi - Lagi Purba Sinomba Meraih Trophy Patuan Di Laut Cup Yang Ke-3 Setelah Mengalahkan Bintang Muda 2 - 1

Ditegaskannya, sesuai Peraturan Gubsu Nomor 19 Tahun 2008 pada pasal 6, 7, dan 8 disebutkan, bagi pangkalan yang menjual harga minyak tanah di luar HET dan menjual ke industri dan pabrik akan ditindak dengan dicabut izinnya.

“Kita meminta kerja sama antara agen dan pangkalan ke depan, agar benar-benar menjual minyak tanah sesuai dengan harga yang akan diusulkan ke Gubsu yang saat ini sudah dua kali rapat antara camat, agen, pangkalan, Dishub, staf ahli Bupati sejak 3 Pebruari lalu, dan saat ini sedang menunggu Organda untuk penetapan biaya angkut ke desa-desa terpencil sesuai dengan jarak tempuh, agar harga minyak tanah di Palas bisa disamakan, tanpa ada terkecuali, agar tidak terjadi ditemukan harga minyak tanah di luar HET. Minggu ini akan diputuskan kesepakatannya agar diusulkan ke Gubsu,” terang keduanya yang merencanakan minggu ini sudah ada kesepakatannya.

Tidak itu saja, pihaknya juga akan melakukan peninjauan ke lokasi sejumlah pangkalan dan agen terkait harga HET minyak tanah di pasaran, karena banyak keluhan dari masyarakat terkait adanya minyak tanah dijual melampaui HE

“Inilah yang akan dilakukan, agar persoalan minyak tanah yang selama ini menjadi keresahan di tengah-tengah masyarakat, tidak terjadi lagi. Masyarakat juga harus pro aktif melaporkan ke Disperindagkop dan UKM kalau ada harga minyak tanah dijual melampau HET,” imbau keduanya. (amr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pakkat Makanan Khas di Bulan Ramadhan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*