Pantai Barat Madina Belum Merdeka?

PANYABUNGAN – Masih banyak aspirasi dan kebutuhan masyarakat Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal yang harus disahuti dan dipenuhi pemerintah.

Itu mengisyaratkan beratnya beban Pemkab Madina, dinakhodai Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution untuk memenuhi aspirasi dan masyarakat di berbagai desa pesisir pantai, yang panjangnya mencapai 170 km. Itu kesimpulan yang muncul pasca kunjungan Safari Ramadhan Pemkab Madina di Masjid Raya Pasar Natal.

Warga mengaku belum merasakan seutuhnya arti kemerdekaan, sebab hingga saat ini mereka masih banyak menghadapi persoalan yang belum kunjung selesai, terutama peningkatan taraf hidup.

Rahmad, tokoh masyarakat Natal menyampaikan sore ini, masyarakat nelayan masih sulit  berkembang, karena mesin pembuat es batangan belum ada, padahal mesin ini sangat dibutuhkan warga untuk pengawetan serta pendinginan ikan-ikan hasil tangkapan dari laut. Ada memang beberapa unit mesin pendingin, namun belum mencukupi sesuai kebutuhan masyarakat.

Persoalan lain yang terus dirasakan masyarakat, belum tersedianya sarana air minum maupun PDAM. Kemudian aliran listrik PLN yang sering padam dan kurang arus.

Gal senada juga, disampaikan tokoh masyarakat Muara Batang Gadis, Hilman Parinduri mengungkapkan, kurangnya perhatian pemerintah dalam membangun berbagai sarana insfrastruktur di kecamatan itu, baik pembukaan badan jalan maupun pemeliharaan jalan-jalan yang telah ada.

Kami memang berada di penghujung Madina,tapi sangat butuh perhatian pemerintah untuk menyelesaikan persoalan, khususnya menyangkut transportasi. Kondisi sarana transportasi yang sudah lama mengalami rusak parah, namun tetap luput dari perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Sipirok Telan Rp6,5 M

Begitu juga bagi masyarakat Batahan, sudah lama membutuhkan sarana transportasi yang baik, khususnya jalan yang penghubung Batahan-Kecamatan Sinunukan sepanjang 18 km  yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Ia menuturkan, masyarakat Batahan membutuhkan kantor Mapolsek. ”Masyarakat Batahan sudah menyumbangkan tanah untuk pertapakan kantor Polsek dan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta. Namun hingga sekarang bangunan yang kami butuhkan hanya berdiri seadanya saja,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Hidayat Batubara mengatakan, akan memprioritaskan pembangunan ketiga kecamatan itu. ”Keluhan warga Natal tentang arus listrik dan PDAM, pada tahun 2012 akan kami sahuti dengan mendirikan listrik tenaga air,” sebutnya.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*