Pantang bagi Penderita Gagal Ginjal Konsumsi 4 Makanan Ini

Illustrasi

Jakarta Gagal ginjal bukanlah penyakit ringan. Tidak mengikuti rekomendasi dokter untuk membatasi jenis makanan tertentu akan memperburuk ginjal yang sudah bermasalah. Makanan yang dibatasi biasanya tergantung pada sejauh mana masalah ginjal Anda bermasalah dan apakah Anda telah memasuksi fase dialisis atau belum.

Secara khusus, dikutip dari Mayoclinic, berikut adalah jenis makanan yang tidak dibolehkan bagi penderita gagal ginjal.

1. Makanan Tinggi Protein

Sebelum melakukan dialisis, dokter mungkin merekomendasikan diet rendah protein. Telur, unggas, ikan, daging dan produk susu yang mengandung jumlah protein yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan produk limbah yang terlalu besar untuk ginjal rusak memprosesnya tepat waktu. Setelah proses dialisis, Anda disarankan untuk mengkonsumsi makanan tinggi protein.

2. Makanan tinggi sodium

Sodium dapat menyebabkan tekanan darah Anda meningkat dan memproduksi cairan tubuh dalam tingkat yang tidak aman. Hindari makanan dengan lebih dari 100 gram natrium per porsi. Batasi makanan kaleng, merokok dan makanan cepat saji, karena ini cenderung mengandung tinggi natrium.

3. Makanan Tinggi Fosfor

Banyak orang dengan masalah ginjal mengalami kesulitan menyingkirkan kelebihan fosfor, yang dapat menyebabkan tulang menjadi lemah. Makanan tinggi fosfor termasuk produk susu, kacang-kacangan, kacang-kacangan, soda, bir dan kakao. Menggunakan pengganti susu dapat membantu Anda membatasi fosfor.

4. Makanan Tinggi Kalium

Membatasi makanan yang tinggi kalium juga diperlukan bila Anda memiliki masalah ginjal. Dikutip dari Livestrong.com, beberapa jenis makanan yang harus dihindari antara lain kacang, labu, brokoli, wortel, kentang dan sayuran akar lainnya, kemudian tomat, bayam, okra, bit, artichoke, kacang-kacangan dan biji-bijian, produk susu, alpukat, pisang, buah-buahan kering, pepaya, delima, jeruk, mangga, nektarin, melon, buah kiwi, melon dan aprikot.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 3 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Anak Kecanduan Gadget, Ada Dampak Fisik dan Psikis

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*