Panwas Madina Main ‘Petak Umpet’

PANYABUNGAN – Panitia pengawas (Panwas) Madina bukan seperti main petak umpet, sudah kalah main lagi. Pengertiannya, Panwas Madina sudah gagal mengawasi pilkada putaran pertama, namun tetap saja mereka dipercaya sebagai pengawas.

Wabendum HMI Sumut, Iswadi Batubara, mengatakan seharusnya ketua dan anggota Panwas Madina semuanya diganti dan tidak cukup hanya mengorbankan sekretaris Panwas saja. Keputusan Bawaslu pusat sangat tidak bijak dan memalukan.

“Memalukan dong, masak yang sudah gagal dipercayakan lagi. Seharusnya anggota Panwas malu dan tahu diri karena akibat perbuatan mereka, Rp16 miliar uang rakyat terbuang sia-sia,” ucap Iswadi, pagi ini.

Seharusnya, kegagalan Panwaslu Madina menjadi cerminan bagi Baswalu dan semua komponen terkait tentang eksistensi anggota Panwas telah menciderai demokrasi, yang juga berimbas tidak saja pada perekonomian, tetapi juga pelayanan pemerintahan.

Ketua Satma PP Madina, Tan Gozali, menambahkan penetapan Ikbal Nasution kembali memimpin Panwas Madina merupakan sebuah ancaman serius terhadap pelaksanaan coblos ulang yang tidak lama lagi.

Ia menilai, penetapan Ikbal CS di Panwas Madina diduga syarat dengan kepentingan besar orang-orang ataupun kelompok tertentu dalam menghadapi coblos ulang mendatang. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Angsuran Kios Pasar Sipirok Terlalu Mahal, Pedagang Terancam Gulung Tikar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*