Panwaslu Paluta Terima 3 Laporan Pelanggaran Pemilu

(Analisa/tohong p harahap) Barang Bukti: Hermanto Sinambela memperlihatkan barang bukti berupa selebaran yang diberikan oleh oknum aparat desa, Kamis (10/4).

Paluta, (Analisa). Sejumlah pelanggaran terkait pelaksanaan Pemilu tahun 2014 di daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ditemukan. Hingga  Kamis (10/4) Panwaslu Paluta telah menerima tiga laporan terkait pelanggaran pemilu.

“Hingga hari ini kita sudah menerima tiga laporan kasus pelanggaran pelaksanaan pemilu,” ujar Ketua Panwaslu Paluta Rahmat Hidayat SP, Kamis (10/4). Usai pelaksanaan pemungutan, Rabu (9/4) lalu pihak Panwaslu sudah menerima satu laporan dari caleg Golkar Erwin Siregar SH, terkait tertangkapnya seorang pemilih siluman di TPS 19, Lingkungan 5, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, berinitial IS pelajar kelas 3 SMK. Setelah diinterogasi pihak Panwaslu akhirnya terungkap IS adalah warga Desa Lantosan, Kecamatan Portibi dan terdaftar di TPS 3 desanya.

Kemudian, laporan berikutnya berasal dari Desa Kosik Putih, Kecamatan Simangambat. Kasus ini dilaporkan oleh Hj Yaya Sukiyah SE caleg Partai Golkar No Urut 1 dapil III. Kronologisnya, adanya beberapa warga Desa Kosik Putih yang merupakan simpatisannya tidak mendapat surat undangan model C6 yang menurutnya ada unsur kesengajaan oleh oknum KPPS.

Hj Yayah Sukiyah SE saat dimintai keterangannya, Kamis (10/4) mengaku kecewa dengan kinerja KPPS dan meminta kepada Panwaslu untuk memprosesnya secara hukum.

Baca Juga :  Ungkap Tuntas Tambang Emas Ilegal

Sementara itu salah satu warga atas nama Raminto warga Dusun Bangun Jadi, Desa Kosik Putih, Kecamatan Simangambat tertangkap tangan telah mencoblos untuk yang kedua kalinya di dua TPS yang berbeda.

Lain halnya dengan laporan Hermanto Sinambela warga Dusun Bangun Jadi, Desa Kosik Putih, Kecamatan Simangambat. Dalam laporannya Hermanto menyampaikan adanya keterlibatan aparat desa (RT) untuk memperngaruhi pemilih untuk mencobos salah satu caleg dari partai tertentu, yang disertai dengan ancaman oleh oknum parat desa tersebut.

Hermanto mengisahkan, pada Selasa 8 April 2014 pukul 13.00 WIB perangkat desa (RT) Dusun Bangun Jadi, Desa Kosik Putih, Kecamatan Simangambat  S datang ke rumahnya untuk memberikan surat undangan model C6, disertai selebaran yang bertuliskan nama parpol dan caleg tertentu untuk dipilih, juga disertai dengan ancaman berupa jika tidak memilih sesuai arahan perangkat desa tersebut, maka segala urusan yang bersangkutan dengan aparat desa akan dipersulit.

Terpisah, Ketua Panwaslu Paluta Rahmat Hidayat SP mengaku sudah menerima laporan itu melalui salah satu staf bidang pengawasan Panwaslu Paluta Abdullah Daulay. (ong)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*